Karang Taruna “Bina Mandiri” Desa Padang, Peduli Penanganan Sampah

Personel Karang Taruna Desa Padang, Kecamatan Singojuruh. (foto/bb/wid)

Singojuruh (BisnisBanyuwangi.com) – MAKIN banyak komunitas pemuda yang mau peduli dengan penanganan sampah. Salah satunya, Karang Taruna “Bina Mandiri” di Desa Padang, Kecamatan Singojuruh. Meski belum genap setahun, komunitas para pemuda desa ini sudah menggulirkan kegiatan terkait persoalan sampah. Seperti, “Ngaji Sampah” yang digelar pekan lalu. Selain pengelolaan sampah, mereka juga belajar tentang jurnalistik. Tujuannya, bisa mempromosikan potensi daerah.

Tak hanya kalangan muda, “Ngaji Sampah” melibatkan berbagai elemen desa. Fokusnya, bagaimana mengelola sampah yang menjadi momok di wilayah setempat. Kegiatan ini menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Bank Sampah Banyuwangi (BSB) dan Forum Banyuwangi Sehat (FBS).  Tidak hanya personel karang taruna setempat, kegiatan di Balai Desa Padang ini juga dihadiri karang taruna dari desa lain di Kecamatan Singojuruh. Ikut juga, para  siswa siswi dari pondok pesantren, tokoh masyarakat dan staf Desa Padang.

Mulyadi, Ketua Karang Taruna “Bina Mandiri” mengatakan melalui kegiatan ‘Ngaji Sampah’ ini diharapkan dengan adanya kepedulian generasi muda dan masyarakat dalam memperlakukan sampah di lingkungan masing-masing. Terutama bagaimana melakukan pemilahan dan pemanfaatan sampah.

“Ngaji Sampah”, kata Mulyadi  mencakup tentang pengelolaan sampah organik yang akan diolah menjadi kompos organik. Selain itu, juga mengelola lingkungan menjadi tertata, asri dan bersih. Tak hanya itu, untuk menanggulangi banyaknya sampah anorganik yang sulit terurai, pihaknya menghadirkan Bank Sampah untuk pemanfaatan sampah plastik dan kertas yang banyak bertebaran. Sehingga, dengan pemanfaatan yang dilakukan, tidak hanya mengurangi jumlah sampah, tapi bisa mendatangkan nilai ekonomi.

“Ini adalah program pertama kami sejak berdirinya Karang Taruna Bina Mandiri. Kami merasa prihatin dengan banyaknya sampah disini, tidak hanya permukiman, tapi juga di persawahan,” jelas Mulyadi kepada Bisnis Banyuwangi.

Harapannya, dengan pelatihan dan praktik mengelola dan memanfaatkan sampah, pihaknya tidak hanya menjadi penyelenggara. Namun, akan terlibat langsung bagaimana mengelola sampah. Termasuk membuat bank sampah untuk skala karang taruna hingga mengajak pihak desa membuat bank sampah. Disinergikan dengan pihak DLH.

Tidak hanya materi tentang sampah, kegiatan juga menghadirkan tim jurnalistik dari Forum Banyuwangi Sehat (FBS. Topiknya, terkait bagaimana memanfaatkan media sebagai sarana sosialisasi, advokasi dan informasi sampah. Mengingat informasi tentang lingkungan masih minim di Banyuwangi.

Sementara itu, Kepala Desa Padang melalui Kaur Kesra, Muhnan memberikan apresiasi terkait ide karang taruna di desanya. Sebab, selama ini kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan serta pemanfaatan sampah sering terabaikan. Pihaknya merespon baik dan memberikan ruang sepenuhnya bagi kegiatan tersebut. Apalagi, sejumlah lembaga dihadirkan. Sehingga, bisa membekali generasi milenial tersebut dalam menejemen pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Khususnya, di kawasan sekolah.

” Kami sangat mengapresiasi kegiatan “Ngaji Sampah” ini. Harapannya, bisa mengajak pelajar peduli terhadap sampah, terutama sampah di sekitar. Sehingga dapat menjaga lingkungan sekitar,”  ungkapnya.

Kegiatan yang dihadiri pemateri – pemateri yang sudah berpengalaman tersebut, diharapkan bisa terus dilaksanakan, serta sekolah lainnya juga melaksanakan tindak lanjut dari kegiatan ini. Lalu, diikuti oleh karang taruna dari desa lainnya di Kecamatan Singojuruh. (wid)