Bonus Desain, Kunci Bertahan Jasa Percetakan

Jasa percetakan tetap bertahan. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – JASA percetakan mulai tergerus dengan teknologi modern. Karena itu, dibutuhkan  kreativitas mempertahankan usaha ini. Seperti dilakukan Ilyas, pemilik jasa percetakan di kota Genteng. Menghadapi persaingan dan serbuan teknologi modern, pria ini memiliki tips khusus untuk menarik konsumen. Salah satunya, memberikan bonus desain bagi pelanggan.

“Bagi konsumen, kami berikan layanan desain gratis. Jadi, menarik,” kata Ilyas kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Menurutnya, jasa percetakan masih dibutuhkan. Apalagi, kebutuhan masyarakat cukup banyak dengan produk percetakan. Baik untuk kebutuhan pribadi maupun promosi usaha. Membuka usaha mula tahun 1997, Ilyas, awalnya hanya bermodal Rp 7 juta. Berawal dari kursus komputer. Lalu, secara otodidak belajar mendesain. Akhirnya, dia memutuskan membuka usaha percetakan.

Dijelaskan, membuka jasa percetakan harus kreatif. Sebab, mengikuti perkembangan dan tren yang sedang laris. Pihaknya menyediakan aneka produk percetakan. Mulai kartu undangan dan lainnya. Kartu udangan dibanderol mulai Rp 10.000 per biji, tergantung bahan serta tingkat kesulitan. “ Kalau pesanan undangan, minimal 100 kartu,” jelasnya. Jika tak sampai 100 lembar, pihaknya tetap melayani. Namun, harganya jauh lebih mahal.

Selain kartu udangan, pihaknya melayani kartu nama. Harganya, Rp 25.000 hingga Rp 35.000. Termasuk stempel. Ada juga, pembuatan album kenangan bagi sekolah, berisi foto para siswa. Proses pengerjaan membutuhkan waktu dua hari hingga satu minggu. “Kami akan menghubungi konsumen jika sudah selesai,”tegasnya. Pelanggan, kata dia, dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Mulai Genteng, Pesanggaran, Sempu hingga Kalibaru. Usaha percetakan ini, kata dia, ramai ketika musim hajatan, tahun ajaran baru dan bulan Agustus. Dari usaha ini, omzet bisa tembus hingga Rp 5 juta per bulan. Salah satu kendala ini, kata Ilyas, masih minimnya peralatan. (ida)