Es Kelapa Muda, Sehari Terjual 150 Butir

Es kelapa tetap menjadi favorit melepas dahaga. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – CUACA tak menentu, ternyata tak membuat bisnis es kelapa muda surut. Penghasilan berjualan es kelapa tetap laris. Bahkan, sehari bisa menghabiskan hingga 150 butir. Kelapa hijau yang paling diminati. Ternyata, berjualan  es kelapa tak hanya berpatokan pada rasa. Model dan bentuk gerobak yang dipakai juga bisa dijadikan daya pikat.

“Dengan gerobak baru, unik dan bersih, bisa memikat pembeli,” kata Subur Riyanto, pedagang es kelapa muda di Jalan Hasanudin, Genteng kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Riyanto menekuni usaha es kelapa sejak 10 tahun silam. Awalnya, hanya bermodal Rp 2 juta. Setiap harinya, dia menghabiskan kelapa minimal 50 butir. Pasokan kelapa muda didatangkan langsung dari para petani. Sehingga, kualitasnya terjamin. “ Sudah ada petani yang memasoknya langsung,” kata Riyanto. Satu gelas es kelapa dibandrol cukup murah. Hanya, Rp 4000. Dia bertahan dengan gula murni. Sehingga, terjamin kesehatannya. Air yang digunakan juga murni air kelapa. Sehingga, rasanya terjamin. Baginya, tak semata-mata mengejar untung besar. Namun, memperhatikan kepuasan pelanggan.

Pembeli kata dia juga bisa memilih tanpa es. Sehingga, kelapa murni. Pihaknya juga melayani pembelian kelapa muda. Per butir dibandrol Rp 7000. Untuk menarik perhatian, Riyanto memermak gerobaknya menjadi lebih menarik. Dicat warna hijau, mirip warna kelapa muda. Sehingga, terkesan segar. Pria ini merogoh kocek hingga Rp 5 juta untuk mengubah tampilan gerobaknya. Ternyata, kata dia, tampilan gerobak ikut berpengaruh. Jualanya meningkat hingga 150 butir sehari. Saking ramainya, buka mulai pukul 09.00 WIB, menjelang tengah hari sudah ludes terjual. Omzet, rata-rata Rp 700.000 per hari. Menurutnya, usaha ini hanya terkendala cuaca. “ Padahal, air kelapa tetap bagus meski musim hujan,” pungkasnya.  (ida)