Fitri Ermira Damayanti, Ikut Lestarikan Seni Tari

Fitri Ermira Damayanti. (foto/bb/dok pribadi)

Wongsorejo (BisnisBanyuwangi.com) – MENGGUNAKAN kostum tradisional, lalu menari, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fitri Ermira Damayanti. Dengan menari, dara cantik asal Desa Alahbuluh, Kecamatan Wongsorejo tersebut, bisa ikut melestarikan kebudayaan lokal. Kebanggaanya juga tak sia-sia. Tahun 2017 lalu, siswa SMAN Wongsorejo tersebut ikut terpilih menari Gandrung di Istana Negara. “Rasanya bangga, ikut melestarikan budaya dengan seni tari,” kata Fitri saat berbincang dengan Bisnis Banyuwangi, pekan lalu. Menurutnya, sebagai generasi muda, sewajarnya mau ikut melestarikan seni tradisional. Apalagi, dengan kesenian itu, bisa mengangkat nama daerah.

Kiprah Fitri dalam dunia tari bisa dibilang cukup lama. Gadis murah senyum itu mengawali karir sejak TK. “  Memang sejak kecil suka menari,” ujarnya. Saat ada lomba, Fitri selalu menjadi duta sekolah. Sejak itulah, semangatnya menekuni dunia tari makin terasah. Akhirnya, mulai kelas 4 SD, dia bergabung dengan sanggar tari di Wongsorejo. Pengalamannya bertambah. Beragam tarian dipelajari, berhasil dikuasai. Sedikitnya, sepuluh jenis tarian. Dari beragam tarian itu, “Gandrung” dan “Lintang Kemungkus” yang paling dia gemari. Alasannya, memiliki khas khusus. Gerakannya juga bervariasi dan etnik.

Pengalaman paling berharga, ketika dirinya ikut menari di Istana, serangkaian HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, tak gampang bisa ikut tampil di depan pejabat negara. “Itu momen yang luar biasa, pertama kali ke Istana, ikut menari itu,” jelasnya.

Selain ke Istana, Fitri juga pernah berkesempatan menari di salah satu televisi swasta. Kala itu, dia menari bersama artis India dan ibu kota. Menurutnya, belajar menari tidaklah sulit. Hanya perlu ketelatenan. Selain bisa tampil di sejumlah daerah, dia mengaku banyak memiliki pengalaman dari dunia tari. “ Yang jelas, banyak kenal teman dan daerah baru,” kata gadis yang bercita-cita menjadi pramugari ini.

Selain tari, Fitri juga hobi make up dan modeling. Tak jarang, dia kerap diundang menjadi model di depan kamera. Tema pakaian tradisional, paling sering dibawakan. “ Kalau make up itu hanya coba-coba. Belum profesional,” jelasnya. Khusus hobi menari, ternyata bagi Fitri, tak akan selamanya ditekuni. Dia mengaku akan mengurangi job menari ketika duduk di kelas 3 nanti. Alasannya, harus mulai bersiap menentukan langkah demi masa depan. “ Awalnya pingin jadi pramugari, tapi lihat nanti setelah lulus,” pungkasnya. (udi)