Tokek Mutiara Dibandrol Rp 400.000 per Ekor

Beternak tokek menjadi solusi di tengah berkurangnya tangkapan. (foto/bb/ida)

Sempu (BisnisBanyuwangi.com) – TERLIHAT tak bermanfaat, binatang tokek ternyata bernilai mahal. Satu ekor tokek jenis mutiara bisa laku hingga Rp 400.000 per ekor. Mahalnya harga tokek ini yang membuat Bambang Sutikno, setia menekuni profesi sebagai pemburu tokek. Sebagai binatang malam, tokek hanya muncul saat malam hari. Bambang, warga Desa Temuasri, Sempu ini mulai berburu tokek sejak tahun 1973.

Bermodal lampu senter, diletakkan di kepalanya, serta alat jaring, Bambang setiap malam menyusuri satu  kebun ke kebun lain. Bahkan, tak jarang masuk hutan untuk berburu tokek.

Mneurutnya, tokek yang ditangkap biasanya bersembunyi di batang pohon, serta di balik batu. Tokek akan keluar dari tempat persembunyian jika hari mulai gelap. Saat tokek keluar Bambang langsung menangkapnya  dengan jaring. “ Tokek akan jinak apabila terkena sinar atau cahaya . Saat siang tokek akan bersembunyi,” kata Bambang kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Tokek hasil tangkapan dijual ke seorang pengepul di Banyuwangi. Kabarnya, kata Bambang,  tokek tersebut dijadikan makanan di luar negeri. Tokek yang ditangkap jenis  mutiara. Memiliki  bintik warna warni.  Bambang mulai berburu tokek sejak dihargai Rp 15.000 per ekor hingga Rp 30.000 per ekor. Dahulu, dia mampu menangkap hingga 50 ekor semalam. Namun, kini mulai berkurang. Hanya sekitar 20 ekor semalam. Berkurangnya tangkapan ini, kata dia, akibat banyaknya orang yang berburu tokek. Terutama, ketika tokek bisa laku hingga miliaran rupiah. “ Padahal, cuma isu,” ujarnya.

Menurut Bambang, piihaknya menekuni profesi sebagai pemburu tokek lantaran tak memiliki modal membuka usaha. Akibat turunnya hasil tangkapan, Bambang mulai mencoba beternak tokek. Sehingga, bisa gemuk, harganya mahal. Saat ini, dia memiliki 25 ekor tokek, dibuatkan kandang khusus. Terkadang, ada warga yang datang membeli tokek untuk obat.

Beternak tokek, kata dia, tak sulit. Pakannya mudah, jangkrik atau serangga. “ Kalau pakan gambang carinya, di kebun banyak,” ujarnya. Tokek diletakkan di kotak khusus, diberi pengaman kawat. Kondisinya harus gelap. (ida)