Mukena Bordir Ditawarkan Beragam Warna

Aneka mukena bordir. (foto/bb/tin)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – JELANG puasa dan Lebaran, produk mukena mulai banyak diburu umat muslim. Para pelaku usaha pembuatan mukenah pun mulai menambah stok. Muntamah, salah satu pembuat mukenah di kawasan Cangaan, Genteng. Berangkat dari latar belakang membuat produk bordir, ibu 4 anak ini melirik usaha membuat beragam produk bordir. Seperti sprei bordir dan mukenah bordir. Wanita ini sudah berkecimpung di usaha bordir sejak puluhan tahun silam.

Awalnya, dia bekerja ikut orang, membuat aneka produk bordiran milik sang juragan. Ongkos yang dia terima pun tak banyak. Lantas, dia coba-coba membuat dan memasarkan sendiri. Saat ini, dalam bekerja Muntamah dibantu 10 pengrajin bordir dan tukang jahit. Dalam sebulan kapasitas produksi tak tentu, tergantung kemampuan karyawan. Namun, rata-rata dalam sehari menghasilkan 5 sampai 10 mukenah bordir. Mukenah bordir ini banyak peminat. Tersedia beragam warna. Harganya bervariasi. Bordir polos dibandrol dari harga Rp 140.000 hingga Rp 160.000 per item. Sementara model seruti dibandrol Rp 250.000. “Motif selalu berganti. Namun motif teratai dari dulu sampai kini masih paling laris,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Muntamah sudah berjualan mukenah sejak tahun 2000. Sampai saat ini dirinya sudah dipercaya toko tekstil, dalam bentuk pinjaman modal dalam bentuk kain. Setelah diproses dan terjual baru dibayar. Selain membuat sendiri, pihaknya juga menyediakan berbagai model mukenah. Seperti mukena sutra dan katun. “Mukena sebagian didatangkan dari Surabaya,” ungkapnya.

Saat ini pemasaran, dari mulut ke mulut dan dibantu sang anak secara online. Pelanggannya dari berbagai kawasan. Mulai Pesanggaran, Benculuk bahkan setahun tiga kali rutin mengirim ke pelanggan di Sumatera. Harga mukena sutra dibandrol Rp 400.000 hingga Rp 500.000.

Menurut Muntamah saat ini daya beli masyarakat kian bagus. Hal ini terlihat pembeli tak enggan membeli mukenah dengan harga mahal sekalipun. Selain perorangan, pelanggannya para siswa pondok pesantren. Biasanya, musim tahun ajaran baru, Muntamah banjir pesanan mukenah dari pemilik pondok pesantren. “Khusus para santri diminati mukenah putih polos,” ungkapnya.

Ongkos produksi, Rp 25.000 per item khusus tenaga bordir. Sementara, semua bahan seperti karet dan benang Muntamah yang menyediakan. Namun, jika terima bersih ongkos bordir Rp 45.000 per item, semua bahan ditanggung pengrajin. ongkos jahit lain lagi, Rp 10.000 per item, semua bahan ditanggung Muntamah. Selain mukenah, Muntamah juga membuat taplak. Tahun ini dirinya membuat 300 lembar taplak rumbai dengan motif dan bahan kain berbeda. Lebih halus dengan motif bunga. Harga Rp 40.000 per lembar. “Jelang Lebaran, taplak juga banyak diburu,” pungkasnya. (tin)