Lebih Gurih, Tempe Dicampur Singkong

Proses pembuatan tahu. (foto/bb/ida)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – RESEP warisan leluhur, biasanya terkesan nyeleneh. Namun, kualitasnya justru lebih baik. Seperti, resep membuat tempe yang diwarisi Muhammad Nurhadi, pengrajin asal Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Berbekal resep warisan, dia melanjutkan usaha pembuatan tahu dan tempe milik keluarga.

Dibantu 6 karyawan, dia melanjutkan usaha, khususnya mengolah tahu dan tempe. Sedangkan karyawan bagian pemasaran berjumlah 20 orang. Setiap pagi, mereka berkeliling, membawa tahu tempe ke sejumlah pasar.

Setiap hari dia mampu menghabiskan bahan baku 2,5 kuintal kedelai. Pihaknya memilih kedelai impor. Harganya lebih murah, kualitasnya bagus. “ Kedelai impor kalau dibuat tempe, hasilnya bisa lebih mengembang,” ujarnya kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Khusus pembuatan tempe, kata Nurhadi, pihaknya mencampur bahan baku singkong. Resep keluarga ini terbilang unik, beda. Menurutnya, singkong memiliki rasa gurih. Sehingga, tempe yang dihasilkan jauh lebih gurih. Proses fermentasi juga lebih cepat. Jika normalnya 4 hari, menggunakan singkong bisa lebih cepat, 2-3 hari.

Singkong yang baru diambil dari petani dikupas, dibersihkan. Kemudian diparut seperti bentuk keju parut.  Setelah itu dicampur ke dalam kedelai yang digunakan bahan tempe. Sehingga, saat menjadi tempe parutan singkong kelihatan. Ketika digoreng rasanya sangat gurih. Permintaan tempe campur singkong setiap hari juga bertambah. Meskipun harga tempe campur singkong lebih mahal, selisih Rp 2000, permintaan tak pernah sepi. Tempe biasa ditawarkan Rp 4000 per batang, jika dicampur singkong harga jualnya Rp 6000 per batang.

Selain tempe, Nurhadi membuat tahu. Namun, resepnya mirip dengan pengrajin lain. Tahu dijual Rp 35.000 per ember, isi 250 biji. Dari usaha ini, omzetnya Rp 2,5 juta per hari. Menurutnya, pembuatan tahu lebih mudah dibanding tempe. Sebab, sehari bisa jadi. Berbeda dengan tempe. Menjaga kebersihan dan selalu mengganti air adalah kunci menjaga rasa tahu dan tempe tetap gurih. Naiknya harga kedelai, kata dia, ikut berdampak pada penghasilan. (ida)