Investasi Saham, Lebih Untung Jangka Panjang

Sosialisasi pasar saham di Untag Banyuwangi. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – BERINVESTASI menjadi cara jitu menyiapkan masa depan. Banyak investasi ditawarkan. Terbaru, investasi saham menjadi alternatif. Selain mudah, pilihan investasi ini dianggap lebih menguntungkan untuk jangka panjang. Cara berinvestasi juga mudah. “Selama ini investasi yang paling disukai adalah menabung, selain emas dan tanah. Padahal, investasi saham juga lebih menguntungkan, khususnya untuk jangka panjang,” kata Dwi Sriana, Kepala Pusat Informasi “Go Public” Bursa Efek Indonesia (BEI) Surabaya, pekan lalu.

Dijelaskan, menabung juga menjadi bagian investasi. Namun, jika dalam waktu panjang, nilai uang yang ditabung akan turun. Berbeda dengan investasi saham. Semakin lama, nilai saham yang diinvestasikan akan naik. Apalagi, perusahaan yang berkelas. Dari fenomena ini, kata dia, investasi saham menjadi solusi

Bukan hanya untung rugi, namun cara jitu pengamanan aset. Pihaknya mencontohkan ketika membeli motor nilainya akan terus merosot. Sedangkan saham, nilainya selalu melejit. ” Kalaupun merugi, itu menjadi resiko. Namun, keuntungannya jauh lebih bagus untuk jangka panjang,” jelasnya. Selain berinvestasi, dengan membeli saham, bisa menjadi pemilik perusahaan tersebut. Selain mendapatkan penghasilan, para pemilik investasi saham bisa mendapatkan pembagian hasil usaha perusahaan atau deviden.

Bagi masyarakat yang tertarik berinvestasi saham, kata dia, bisa menggandeng salah satu perusahaan sekuritas. Saat ini jumlah perusahaan sekuritas yang menjadi mitra BEI sebanyak 115. Sedangkan perusahaan yang melenggang ke pasar BEI sebanyak 566 perusahaan. Dari jumlah ini, hanya 386 yang masuk ke desk BEI. “Jadi intinya dengan investasi saham itu, kita menyisihkan. Terutama untuk jangka panjang,” jelasnya lagi.

Saat ini lanjutnya berinvestasi saham makin mudah. Di Jatim, banyak kota yang membuka galeri informasi BEI atau pasar saham. Pihaknya bekerjasama dengan banyak perguruan tinggi membuka galeri investasi BEI. ” Di Banyuwangi, bisa melihat di kampus Untag. Masyarakat bisa belajar berinvestasi saham,” ujarnya. Pembelian saham juga tak semahal dahulu. Kini, satu lot saham hanya 100 lembar, dahulu 500 lembar. Artinya, pembelian saham makin terjangkau untuk berbagai kalangan.

Sementara itu, Direktur Galeri Investasi BEI Untag Banyuwangi Priyangga Eko mengatakan pihaknya membuka galeri investasi bukan hanya bagi mahasiswa. Namun, memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk ikut berinvestasi saham dan mengenal pasar modal. ” Kita bisa belajar bersama untuk memahami pasar modal. Jadi, ini memudahkan bagi masyarakat,” tegas dosen ekonomi ini. (udi)