Kopi “Prima Rasa”, Sembuhkan Penyakit hingga Kecantikan

Salah satu produk kopi “Prima Rasa” yang berkhasiat untuk kesehatan. (foto/bb/ida)

Kalibaru (BisnisBanyuwangi.com) – KOPI identik dengan minuman pendamping ngobrol. Padahal, dalam minuman  ini terkandung beragam manfaat. Mulai menyembuhkan penyakit hingga produk kecantikan. Syaratnya, pengolahan kopi harus dengan resep khusus. Metode alami. Seperti ditawarkan Siti Rohimah, produsen kopi “Prima Rasa” asal Dusun Krajan RT 1/9, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru.

Di tangannya, beragam kopi berkhasiat diciptakan. Hebatnya, mulai dari anak-anak hingga kaum wanita bisa mengkonsumsinya. Baik untuk kesehatan maupun perawatan tubuh. “ Jadi, kami membuat kopi yang beda. Selain kopi untuk minuman, juga untuk kesehatan dan kecantikan,” kata Siti Rohimah kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Berlatar belakang pecinta kopi, sejak tahun 1996 mengeluti usaha jual beli kopi mentah, membuat wanita ini sangat lihai mengolah kopi. Termasuk, jeli memilih berbagai jenis kopi.

Berbekal modal itu, Siti Rohimah terus berkreasi mengolah kopi. Usahanya membuahkan hasil. Kopi buatannya tak mengecewakan. “ Harapan kami, wanita dan anak-anak jangan takut ngopi,” ujarnya.

Bermodal Rp 2 juta, Siti Rohimah memulai usaha mengolah kopi. Kopi buatannya siap seduh, kemasannya menarik dan higienis. Usaha ini ditekuni sejak tahun 2012 silam. Kepiawaiannya mengolah kopi juga melambungkan nama Siti Rohimah. Dia kerap diundang menjadi instruktur pengolahan kopi.  Bahan kopi yang digunakan Siti Rohimah jenis pilihan. Seperti  robusta dan excelsa (klorofil). Bahan ini diolah menjadi jenis premium dan eksklusif. Jenis premium terbagi dalam sembilan rasa. Masing-masing, nippy coffee, buttery coffee,

mellow coffee,chocolate coffe, nangka coffee, kopi bakar, kopi pejantan, kopi bangsawan dan kopi kemuning. Sedangkan jenis eksklusif terdiri dari kopi luwak dan klorofil kopi. Dengan kualitas yang menggiurkan, harganya dibandrol cukup terjangkau. Kopi premium dibandrol Rp 45.000 per bungkus isi 150 gram. Sedangkan, kopi luwak dibandrol Rp 100.000 per 5 sachet, gula terpisah.

Setiap hari , Siti Rohimah mampu menghabiskan 3 kilogram biji kopi. “ Sebulan rata-rata bisa tembus 50 kilogram kopi,” jelasnya. Untuk mempertahankan rasa yang asli, berkualitas, dia memilih cara manual dalam mengolah kopi. Bahan kopi di dapat dari para petani langsung. Sehingga, pihaknya bisa memilih langsung biji kopi berkualitas sejak dari pohon. Proses sangrai juga bekerjasama dengan warga sekitar.

Dia menambahkan, selain menjadi minuman, kopi memiliki banyak manfaat. Mulai menjaga stamina, diet alami, melancarkan menstruasi, mencegah tumor dan kanker, mencerahkan dan menghaluskan kulit, mereleksasikan otot-otot kaku,memperlancar buang air besar, menyehatkan jantung , memaksimalkan sistim kerja syaraf otak  dan membuat awet muda.

Kopi, lanjut dia, juga bisa menjadi bahan kecantikan. Yakni, dipakai lulur terapi herbal. Bahannya kopi, dicampur rempah. Sehingga, selain membuat cantik, bisa mengobati penyakit. Khusus kopi lulur ini dibandrol Rp 30.000 per bungkus. Produk kopi buatannya banyak ditawarkan di toko-toko dan pusat oleh-oleh Banyuwangi. “Pemasaran ke luar daerah juga bagus, melalui pemasaran online,” jelasnya. Dari usaha ini, omzet produksi bisa tembus Rp 12 juta per bulan. Pihaknya berharap makin  banyak warga yang mau mulai mengkonsumsi kopi. Sebab, kaya manfaat. (ida)