Hati-hati, Upal Marak Jelang Puasa

AKBP Donny Adityawarman. (foto/bb/dok)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – PUASA Ramadhan datang lagi. Selama puasa, kebutuhan bahan pokok dan transaksi ekonomi cenderung meroket. Peluang ini rawan dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan pribadi. Salah satunya, mengedarkan uang palsu (upal). Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengimbau masyarakat lebih berhati-hati ketika bertransaksi menggunakan uang. Meski belum ditemukan kasus upal di tahun 2018, pihaknya meminta semua pihak waspada. “Kita imbau masyarakat waspada, berhati-hati dengan peredaran upal menjelang Ramadhan. Kami juga akan terjunkan tim khusus untuk antisipasi di masyarakat,” kata Kapolres, pekan lalu.

Perwira asal Surabaya ini menambahkan tingginya transaksi ekonomi selama puasa hingga Lebaran cukup rawan digunakan peredaran upal. Sebab, masyarakat cukup banyak membelanjakan uangnya. Karena itu, antisipasi sejak dini perlu dilakukan. “Masyarakat juga perlu berhati-hati. Khususnya para pedagang,” pintanya.  Jika mendapati upal, pihaknya meminta masyarakat dengan cepat melapor. Sehingga, jaringannya bisa segera diburu, dibongkar dan ditangkap.

Selain upal, pihaknya juga mengantisipasi lonjakan harga sembako, termasuk penimbunan bahan pokok. Karena itu, ada tim khusus dari Polres untuk mengawasi sentra-sentra ekonomi. “ Kita akan gelar operasi pasar, ada tim khusus nanti,” jelas Kapolres. Pihaknya memastikan akan menindak tegas oknum yang berani menimbun sembako, lalu memainkan harga.

Tak hanya upal dan sembako, selama Ramadhan, polres serius memberangus penyakit masyarakat (pekat). Salah satunya, peredaran minuman keras (miras). Pihaknya memastikan selama Ramadhan, Banyuwangi wajib bebas miras dan penyakit masyarakat lainnya. Sehingga, masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusuk, tenang. Agar benar-benar bebas miras, jauh sebelum puasa, pihaknya sudah melakukan razia besar-besaran miras. Total 11.700 liter miras tradisional dan pabrikan berhasil diamankan. Dari jumlah ini, 206 tersangka peredaran miras dibawa ke persidangan. Khusus peredaran miras, kata Kapolres, pihaknya mendorong adanya revisi Perda Peredaran Minuman Beralkhohol. Khususnya, terkait sanksi denda dan hukuman penjara. “ Jadi, kita dorong ada revisi Perda, agar sanksinya lebih berat,” pungkas Kapolres. (udi)