Melanggar, Toko Modern Wajib Ditutup

Basir Kadim. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – SOROTAN kepada toko dan pasar modern kembali mencuat dari DPRD. Terutama, terkait beroperasinya toko modern yang buka hingga 24 jam. Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan akan makin membunuh toko tradisional. Padahal, sudah ada Perbup No. 33/2015 yang mengatur jam buka bagi toko modern. Dalam perbup ini, jam buka toko modern mulai pukul 10.00 hingga 03.00 WIB. Tujuannya, agar toko tradisional bisa beroperasi. “ Kalau toko modern dibiarkan buka 24 jam, Yu Nah dan Yu Tun, tak bisa beraktivitas. Karena, kalah dengan toko modern,” kritik anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi Basir Kadim, pekan lalu.

Politisi PPP ini menambahkan aturan toko modern dan pasar modern sudah sangat jelas. Sehingga, harus ada tindakan tegas. “ Idealnya, kalau ada toko modern melanggar jam buka, harus ditindak. Ditutup,” tegasnya. Menurut Basir, pihaknya bukan anti-investasi. Namun, aturan yang sudah diteken harus dilaksanakan dengan tegas. Pihaknya khawatir, jika tak ada tindakan tegas, toko modern yang melanggar akan semakin menjamur. Imbasnya, masyarakat kecil kehilangan komsumen.

Selain toko modern, Basir juga menyoroti salah satu pasar modern yang baru saja buka di kota Banyuwangi. Menurutnya, sesuai Perbup, pasar modern harus berjarak minimal 4 kilometer dari pasar tradisional, lalu terintergrasi dengan fasilitas umum. “ Tapi, ada pasar modern yang baru saja buka, jaraknya hanya 200 meter dari pasar tradisional Blambangan. Itu, kok bisa terbit izinnya,” sindir politisi dari kota Banyuwangi ini. Pihaknya menyayangkan masih ada pasar modern yang lokasinya berdekatan dengan pasar tradisional. Khawatirnya, akan membunuh pasar tradisional. Apalagi, barang yang dijual lebih murah dari pasar tradisional.

Terkait fenomena ini, pihaknya mendesak eksekutif memperketat pelaksanaan Perbup tentang Pasar Modern. Sehingga, ada perlindungan bagi warga yang menggantungkan hidup dari pasar tradisional. “ Kami akan bawa ke Komisi dulu. Lalu, kita usulkan sidak dan panggil pihak terkait,” pungkas Basir. (udi)