Pasokan Pisang Mulai Langka

Pasokan buah pisang mulai langka. (foto/bb/ida)

Gambiran (BisnisBanyuwangi.com) – MENJELANG datangnya puasa, para pedagang pisang dibuat resah. Pasokan buah khas tropis ini mulai langka. Hal ini diakui Sokimin, pengepul pisang asal Desa Ringinrejo, Kecamatan Gambiran. Dia mengaku, akibat musim panas, pasokan pisang mulai berkurang. Padahal, permintaan tetap stabil. Bahkan, menjelang puasa, diyakini akan meroket. Pria ini sudah 10 tahun menekuni profesi sebagai pengepul pisang.

Bermodal Rp 100.000, kala itu, Sokimin setia dengan profesi ini. Setiap harinya, dia berkeliling. Berburu pisang. “ Biasanya, kita bisa dapat 10-20 tandan sehari. Kini, hanya 5 tandan sudah bagus,” keluhnya saat ditemui Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Saat musim panas, kata dia, kualitas pisang kurang bagus. Sehingga, harganya melonjak. Dahulu, harga pisang rata-rata hanya Rp 5000 per sisir, kini naik menjadi Rp 10.000 per  sisir. Termahal, kata dia, jenis pisang Ambon. Harganya naik dari Rp 7000 menjadi Rp 11.000 per tandan. “ Yang paling banyak panen masih pisang kepok. Kalau lainnya, agak jarang,” jelasnya. Meski pasokan pisang kepok masih ada, harganya juga melambung. Bahkan, di tingkat petani, harganya cukup melejit. “ Pasokan pisang benar-benar telat. Sulit sekarang mencari pisang,” jelasnya lagi.

Akibat anjloknya pasokan  pisang, omzet para pengepul juga turun. Dari Rp 200.000 per hari, kini turun drastis hanya Rp 50.000 per hari. Bahkan, tak jarang, Sokimin nihil pendapatan. Pisang yang dibeli dari petani, disetorkan ke pengepul besar. Selain itu, pihaknya melayani sejumlah pelanggan dari para pedagang gorengan. “ Saat ini, jarang  yang jual pisang goreng. Karena harga pisang cukup mahal,” ujarnya.

Meski pendapatannya turun drastis, Sokimin hanya bisa bersabar. Dia tetap  bertahan dengan profesinya. “ Saya tak memiliki keahlian lain. Jadi, ya bertahan dengan berburu pisang,” jelasnya. Agar tak kehabisan stok, pihaknya berburu ke beberapa daerah di luar Gambiran. (ida)