Meningkat, Pesanan Buah Krai ke Bali

Petani buah krai di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi sedang panen, Selasa (22/5). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – Musim puasa membawa berkah bagi para petani buah krai di Banyuwangi. Permintaan buah mirip blewah ini cukup tinggi. Bahkan, petani kewalahan. Selain Banyuwangi, permintaan krai ke Bali juga meningkat. Selain murah, krai rasanya tak kalah gurih.

Menanam krai menjadi tradisi warga Dusun Cungkingan, Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari. Dua bulan sebelum datangnya puasa, warga setempat berlomba menanam krai. Buah ini sepintas mirip mentimun. Namun, ukurannya lebih besar. Biasanya, dipakai bahan minuman es. “Sudah menjadi tradisi, ketika musim puasa, kami panen raya krai. Tahun ini, permintaan ke Bali juga meningkat,” kata Husnudin, salah satu petani krai, Selasa (22/5).

Dijelaskan, tradisi menanam krai awalnya hanya dikonsumsi warga setempat. Namun, lama-kelamaan, krai digemari warga untuk menu berbuka puasa. Alhasil, warga bersemangat menanam buah tersebut.

Menurut Husnudin, saat puasa, banyak pengepul berburu krai ke desannya. Sehingga, petani selalu menanam krai sebelum puasa tiba. “ Tahun ini, hasil panen kurang bagus. Sebab, cuaca terlalu panas, buah krai tak bisa berkembang maksimal,” keluhnya. Sedangkan harga relatif sama dibanding tahun lalu. Dari petani, harga ditawarkan Rp 15.000 per tumpuk, rata-rata berisi 6 biji krai.

Husnudin mengaku, biaya untuk menanam buah krai tak terlalu mahal. Karena itu, setiap petani bisa menanamnya. Perawatannya juga mudah. Hanya saja, tidak boleh terlalu banyak air. Sebab, akan merusak kualitas buah. Yang menarik, hanya lahan di desa setempat yang cocok ditanami buah krai. “Di desa sebelah, hasil buahnya tak bisa bagus. Jadi, para pengepul berburu ke sini,” jelasnya. Karena menjadi langganan pedagang, dusun setempat dikenal dengan kawasan penghasil krai. Saat panen, petani memilih pagi hari. Menghindari cuaca panas.

Tahun ini lanjut Husnudin, permintaan buah krai meningkat. Kemungkinan, karena buah itu juga banyak dikirim ke Bali. Rasanya yang gurih, banyak dipakai untuk minuman buah di restoran. Harganya juga tak mahal. Meningkatnya permintaan buah krai ini hanya terjadi setahun sekali, saat bulan puasa. Setelah puasa, permintaan akan sepi. Sehingga, petani beralih menanam komoditi lain. “ Kalau harga cenderung stabil. Jadi, lumayan petani bisa mengandalkannya untuk berlebaran,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan