Raperda Pertanian Organik Tak hanya untuk Padi

Petani buah naga di Bangorejo sedang panen raya, belum lama ini. (foto/bb/dok)

Banyuwangi BisnisBanyuwangi.com) – Tingginya pasar produk organik membuat DPRD Banyuwangi ikut peduli. Salah satunya, mengusulkan pembahasan rancangan Perda (Raperda) Pengembangan Pertanian Organik. Harapannya, dengan raperda ini, pertanian organik di Bumi Blambangan bisa lebih bergeliat. Raperda ini tak hanya mengatur padi organik, namun komoditi hortikultura.

“ Jadi, organik jangan hanya padi. Tapi, hortikultura jugaa bisa dijadikan organik. Seperti buah-buahan an komoditi lain,” kata Ketua Pansus Raperda Pengembangan Pertanian Organik Andik Purwanto, Senin (21/5).

Politisi Gerindra ini menjelaskan raperda usulan legeslatif ini mendapat dukungan dari Dinas Pertanian. Pihaknya berharap, ada produk unggulan organik dari Banyuwangi. Lalu, memiliki payung hukum yang jelas. Menurutnya, Banyuwangi berpotensi mengembangkan pertanian organik. Sehingga, layak dibuatkan payung hukum yang jelas. Terkait usulan raperda ini, lanjutnya, Dinas Pertanian akan membuat draft sandingan. Sehingga, nantinya dibahas bersama dengan DPRD. “ Kita akan konsultasi dulu ke  Biro  Hukum Pemprov Jatim. Jadi, prosesnya masih panjang,” jelasnya.

Terkait usulan nama Raperda Pertanian Ramah Lingkungan,  kata Andik, pihaknya tetap sepakat dengan Raperda Pengembangan Pertanian Organik. Sebab, organik secara otomatis akan ramah lingkungan. “ Menurut kami, sub bahasannya akan sama organik dan ramah lingkungan. Intinya, kita membuat pertanian yang ramah lingkungan dengan organik ini,” jelasnya.

Menurut Andik, pihaknya tetap fokus ke pertanian organik. Sebab, seluruh produk organik diproses dengan ramah lingkungan. Lalu, menghasilkan produk pertanian yang sehat. Proses perawatannya juga sehat. Sebab, menggunakan produk alami, bebas kimia. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan