Dipanggil Panwaslu, Bupati Banyuwangi Absen

Ketua Panwaslu Banyuwangi menunjukkan bukti laporan pertemuan kades dengan cagub/cawagub Jatim nomor dua, Kamis (7/6) (foto/bb)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – Dugaan pertemuan 65 kades dengan pasangan calon Gubernur (cagub) Jatim nomor dua, Saifullah Yusuf beberapa hari lalu, terus menggelinding. Buntutnya, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banyuwangi memanggil Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (7/6). Sayangnya, orang nomor satu di Bumi Blambangan ini memilih absen. Hingga pukul 17.00 WIB, Bupati Anas belum terlihat di kantor Panwaslu Banyuwangi. Selain Bupati Anas, Panwaslu juga memanggil 65 kades yang diduga terlibat dalam pertemuan, Rabu (30/6) malam tersebut.

Ketua Panwaslu Banyuwangi Hasyim Wahid mengatakan pihaknya sedianya mengklarifikasi ke Bupati Anas terkait laporan pertemuan para kades dengan cagub nomor dua. “ Berdasarkan laporan dan temuan kita, Bupati Anas ikut hadir. Karena itu, kita klarifikasi terkait temuan itu,” kata Hasyim. Menurutnya, klarifikasi ini untuk memastikan apakan temuan itu benar atau tidak, sesuai dengan Peraturan Bawaslu.

Hasyim menambahkan, belum ada kepastian apakah Bupati Anas akan hadir memenuhi undangan klarifikasi. “ Sampai sore ini, belum ada pemberitahuan akan hadir atau tidak. Tadi, sempat ada klarifikasi mau datang, tapi sampai sekarang belum ada lagi. Kami akan tunggu hingga pukul 00.00 WIB,” jelas Hasyim. Jika tetap absen, pihaknya akan kembali melayangkan undangan ke Bupati Anas. Karena sifatnya undangan, lanjut Hasyim, pihaknya tidak bisa melakukan paksaan menghadirkan.

Sementara itu, dari 65 kades yang diundang, lanjut Hasyim, seluruhnya hadir. Namun, hanya beberapa kades yang diperiksa di Kantor Panwaslu. Sisanya, diserahkan di Panwascam. Karena jumlah kades yang diklarifikasi cukup banyak, pihaknya melibatkan klarifikator dari kecamatan.

Hasyim melanjutkan pihaknya juga mengklarifikasi KPUD dan Ketua Tim Pemenangan cagub/cawagub nomor dua Banyuwangi, Hermanto. Hasil klarifikasi ini akan dipublikasikan Sabtu (9/6) mendatang.

Kasus temuan panwas ini berawal dari laporan tim pemenangan cagub/cawagub Jatim nomor 1. Laporan itu melampirkan sejumlah berita yang mengabarkan adanya pertemuan kades dengan cagub/cawagub pasangan nomor 2. “ Bukti sementara yang kita kantongi hanya berita online. Ini kita jadikan dasar sebagai temuan,” pungkas Hasyim.

Pilgub Jatim diikuti dua pasangan cagub/cawagub. Cagub/cawagub nomor urut 1, Khofifah Indra Parawansa-Emil Dardak diusung oleh gabungan partai Golkar, Demokrat, PPP, Hanura dan Nasdem. Sedangkan cagub/cawagub nomor urut 2, Saifullah Yusuf (mantan Wagub Jatim dua periode)-Puti Guruh Soekarno diusung oleh PDIP, PKB, Gerindra dan PKS. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan