Gurih, Opak Gulung Gulung Rasa Kelor

Kerajinan opak gulung tetap eksis. (foto/bb/tin)

Genteng (BisnisBanyuwangi.com) – KERAJINAN opak gulung menjadi ikon di Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Genteng. Sejak dulu, kawasan ini dikenal dengan produk jajanan opak gulung. Tak heran jika masuk ke dusun ini banyak usaha opak gulung. Opak gulung ini merupakan jajanan tradisional yang sudah populer sejak dulu. Namun, kini para pelaku usaha lebih kreatif. Membuat opak gulung dengan rasa, model dan kemasan kekinian.

Seperti ditekuni Atik Samiati, warga Dusun Simbar RT 05, RW II. Ibu satu ini sudah menekuni usaha ini sejak 1995. Untuk mendongkrak minat pembeli, dirinya membuat inovasi opak gulung berbagai varian rasa. Seperti opak gulung wijen, opak gulung jagung, opak gulung buah naga, opak gulung cokelat, dan opak gulung kelor. “Hampir semua rasa laris, termasuk opak gulung kelor ini,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.

Wanita yang aktif dalam organisasi Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) Banyuwangi ini mampu menghabiskan 2 -3 kilogram bahan baku per hari. Bahan utamanya tepung beras. Proses produksi masih manual, memakai cetakan khusus yang dipanaskan di atas kompor. Pemasaran opak gulung miliknya masih sebatas kawasan Banyuwangi. Harganya, dipatok Rp 12.000 per bungkus. “Kendala di sini susah mencari tenaga kerja,” ungkapnya.

Tak hanya Atik, usaha opak gulung pun ditekuni Winarsih warga Dusun Nganjukan RT 01 RW 03. Winarsih menekuni usaha opak gulung sejak 18 tahun silam. Untuk menarik pembeli, dirinya  berinovasi membuat opak gulung beragam rasa, serta model unik. “Mulai bikin aneka variasi rasa ini sejak empat tahun silam. Sementara inovasi model bunga ini sejak delapan bulan lalu,” ungkapnya.

Kini, berbagai variasi rasa opak gulung dibuat. Seperti opak gulung buah naga, opak gulung nangka, opak gulung wijen, opak gulung cokelat dan opak gulung jahe. Khusus opak gulung rasa buah, kata Winarsih tantangannya saat di luar musim, harga lebih mahal. Namun, dirinya tak memilih menaikkan harga opak gulung.

Model opak gulung buatannya unik, dibuat model bunga. Dirinya banyak menerima pesanan opak gulung model bunga ini untuk hantaran.

Awalnya ibu dua anak ini hanya bikin saat Lebaran. Namun, sejak tahun 2015 mulai memenuhi pasar luar kota. Kini, pemasaran pak gulung buatannya sudah tembus ke berbagai kota. Selain Banyuwangi, juga Jember, Surabaya, Malang, Sidoarjo dan Bali.

Produksi per hari rata-rata 5 – 8 kilogram bahan baku. Dibantu 4 tenaga kerja. Dari usaha ini Winasih bisa meraih omzet Rp Rp 400.000 – Rp 500.000 per hari. Saat Lebaran bisa lebih. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan