Diaspora, Bupati Anas Curhat Kemiskinan

Lansia di Banyuwangi mendapat program rantang kasih. (foto/bb/ist)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – Libur Lebaran dimanfaatkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk mendorong kemajuan daerah. Selain sejumlah atraksi wisata berbasis tradisi rakyat, beberapa strategi lain digunakan.  Salah satunya, memanfaatkan momen berkumpulnya para perantau Banyuwangi atau diaspora. Yang menarik, bukan kemajuan daerah yang dipromosikan ke para diaspora. Namun, persoalan kemiskinan di Banyuwangi.

”Jadi diaspora Banyuwangi ini bukan hanya forum kumpul-kumpul, bukan cuma reuni. Tapi ada upaya untuk memajukan daerah. Yang saya sampaikan, pertama-tama bukan keberhasilan Banyuwangi, tapi justru masalah. Pertama adalah masalah kemiskinan,” kata Anas Rabu (20/6).

Dijelaskan, tingkat kemiskinan di Banyuwangi masih sebesar 8,6 persen. Kendati berhasil turun drastis dari sebelumnya di level dua digit, angka tersebut menjadi tantangan berat. Apalagi,lanjut Anas, sebagian di antara warga miskin itu berada pada level kemiskinan terparah, seperti warga lansia nonproduktif dan sebatangkara. Pendekatannya, lanjut Anas, bukan lagi memberdayakan, tapi sudah dalam tahap memberi bantuan dasar. Seperti makanan sehari-hari.

”Itulah yang mendasari lahirnya program Rantang Kasih, pemberian makanan tiap hari ke warga lanjut usia. Nah, tapi tangan pemerintah daerah ini kan terbatas. Kita bisa tangani katakanlah 1.000-1.500 warga lansia lewat APBD, tapi yang lain bagaimana. Alhamdulillah, tanpa menunggu APBD, ada Badan Amil Zakat,” ujarnya.

Pihaknya berharap para diaspora bisa membantu program Rantang Kasih. Caranya, langsung saja memberi uang ke warung makanan di sekitar tempat tinggal lansia yang disasar, yang belum dijangkau pemda.

Menurut Anas, forum diaspora juga menjadi sarana kolaborasi mengakselerasi kemajuan daerah, karena mulai dari menteri, pengusaha, hingga pejabat lembaga negara asal Banyuwangi hadir di forum itu. ”Saya sampaikan yang belum bisa dikerjakan pemerintah daerah, mari bersama-sama mengerjakannya,” ujar Anas. Sehingga, ada peran masyarakat dalam mengatasi persoalan kemiskinan. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan