Jaga Kekompakan dengan Halal Bihalal

5
Suasana halal bihalal yang digelar DPRD Banyuwangi. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – BERBEDA pendapat adalah hal biasa di gedung DPRD. Namun, tujuannya hanya satu. Berpikir bagi kesejahteraan masyarakat. Di momen Lebaran itulah, beda pendapat dilebur. Berubah kekompakan dalam menjalankan tugas. Setidaknya, harapan itu yang dilontarkan Ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara dalam halal bihalal Lebaran yang digelar jajaran DPRD Banyuwangi, belum lama ini.

Menurut Made, menjaga tradisi halal bihalal dicetuskan proklamator Bung Karno atas saran KH. Wahab Chasbullah. Tujuannya, saling memaafkan.  Ditambahkan, sebagai pelaku politik, pihaknya bersama anggota DPRD lainnya sering berbeda pendapat. Namun, kondisi itu adalah hal wajar. “ Namun, terkadang membuat kondisi tidak enak dan nyaman diantara anggota dewan. Karena itu, momen Lebaran diupayakan halal bihalal untuk saling memaafkan,” jelas politisi PDIP ini. Pihaknya juga mengungkapkan rasa prihatin akibat musibah banjir bandang di Songgon dan Singojuruh. Pihaknya memastikan menggalang dana untuk para korban banjir.

Made menambahkan setelah halal bihalal, seluruh anggota DPRD harus makin giat dalam menjalankan tugas. Apalagi, masih banyak tugas-tugas di DPRD yang harus diselesaikan. Terutama menggodok raperda yang masih belum tuntas.

Sementara itu Wakil Bupati Banyuwangi,Yusuf Widyatmoko mengatakan halal bihalal menjadi momen tepat untuk saling memaafkan. Serta, mempererat tali silaturahmi antara eksekutif dan legeslatif. Selama ini, lanjut Wabup, dalam bertugas, eksekutif dan legislatif sering terjadi selisih pendapat dalam pengambilan kebijakan. “ Ada selisih pendapat, di Hari Raya Idul Fitri ini saatnya kita saling memaafkan,” tegasnya. Pihaknya berharap, setelah halal bihalal, antara eksekutif dan legeslatif bisa saling mengisi. Sehingga, kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan keinginan dan kebutuhan rakyat. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan