Waroeng Kemarang, Pusatnya Kuliner Tradisional di Tepi Sawah

Pengunjung menikmati menu di Waroeng Kemarang. (foto/bb/wid)

Licin (BisnisBanyuwangi.com) – BISNIS kuliner terus menjamur di Banyuwangi. Terbaru, hadirnya Waroeng Kemarang di Desa Tamansuruh, Kecamatan Licin. Suasana yang ditawarkan asli pedesaan, dikelilingi hamparan sawah hijau berterasiring. Udara sehat dan bebas polusi, menjadi andalan dari Waroeng Kemarang ini. Selain menu-menunya yang istimewa dan menjadi ciri khas masyarakat Banyuwangi, harganya juga terjangkau.

Semisal Sego Tempong, Rujak Soto, Pelasan, Uyah Asem (Kesrut), Sego Cawuk, Pecel Pitik, Kopi Lethek, Gedang Goreng, Sumping, Kucur, dan lainnya. Harga amat terjangkau, murah. Menurut pemilik Waroeng Kemarang, Wowok Meirianto, konsep yang dibangun sengaja mencerminkan masyarakat Using Banyuwangi. Termasuk bangunan rumah Using, menjadi ciri khas.

“Kami sengaja membangun konsep klasik, karena konsep yang seperti ini memang yang selalu dirindukan oleh orang-orang perkotaan,” kata Wowok kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Selain menyajikan pemandangan alam dengan bentangan sawah yang hijau, Waroeng Kemarang dihiasi dengan taman-taman kecil yang cantik. Bagi yang hobi selfi, warung ini bakal memenuhi hasrat berfoto.

Dengan mengikuti kontur sawah, bangunan ini ada yang di bagian atas dan bawah. Bagian atas terdapat bagungan semi outdoor menyerupai joglo. menjadi bangunan utama Waroeng Kemarang. Sebuah bangunan dengan arsitektur rumah adat Using terbesar.

Sementara dibagian sawah didesain dengan konsep outdoor dengan pondok meja-kursi dan gazebo lesehan di pinggir sawah terasiring yang subur dan produktif, udara segar, asri nuansa pedesaan. Peralatan dapur dan perabot meja kursi yang klasik. Serta alunan musik dan kesenian tradisonal. Seperti gamelan angklung, Gandrung dan barong Banyuwangi secara live.

Ia menambahkan, harga menu juga terjangkau. Harganya mulai Rp 4000.  Paling mahal rujak soto daging  Rp. 25.000. Sego tempong pecel pitik, Rp. 20.000. “ Kalau mau jajanan tradisional, seperti kucur, awog, sumping dan serabi dibandrol antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000,” kata Wowok.

Menariknya lagi, setiap malam minggu, pengunjung bisa menikmati musik tradisional Banyuwangi secara live. Tak heran jika di bagian dalam ruangan rumah Using Waroeng Kemarang ini terdapat stage dan seperangkat gamelan untuk menghibur pengunjung. (wid)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan