Anggaran Naik, Pengangguran Ditargetkan Turun 5 Persen

Menakertrans Hanif Dhakiri sidak gedung BLK di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jumat (6/7). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – Angka pengangguran di Indonesia diklaim terus berkurang. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mencatat pengangguran masih berkisar 5,1 persen dari jumlah penduduk. Angka ini ditargetkan akan terus turun 5 persen hingga 4,8 persen di tahun 2019. Salah satu upayanya memperbanyak pusat latihan kerja.

Menteri Nakertrans (Menakertrans) Hanif Dhakiri mengatakan target penyerapan 10 juta lapangan kerja yang dijanjikan Jokowi-JK sudah melampaui target. Menurutnya, sejak tiga tahun terakhir, jumlah penyerapan lapangan kerja terus meningkat. Dia mencontohkan, tahun 2015 penyerapan lapangan kerja mencapai 2,6 juta orang, lalu di tahun 2016 sebanyak Rp 2,7 juta dan tahun 2017 sebanyak 2,8 juta orang. Dari jumlah ini, angka pengangguran di Indonesia ikut turun. “ Jadi, tiga tahun terakhir, pertumbuhan penyerapan tenaga kerja lebih dari 2 juta. Hingga lima tahun pemerintah Jokowi – JK target 10 juta pasti akan terpenuhi,” tegas Hanif Dhakiri usai sidak pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jumat (6/7).

Menakertrans menambahkan anggaran ke Kementerian yang dipimpinnya terus dinaikkan. Dari Rp 4 triliun di tahun 2018, naik menjadi Rp 7 triliun di tahun 2019. Naiknya anggaran ini lanjutnya fokus pada percepatan dan peningkatan kompetensi kerja. “ Sekitar 133 juta angkatan kerja kita, sekitar 60 persen lulusan SD-SMP. Karena itu, perlu kita genjot kualitasnya, kuantitas dan penyebarannya,” jelas menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut. Yang terpenting, kata, tenaga kerja memiliki kompetensi. Sehingga, bisa dengan mudah terserap ke dunia kerja. Apalagi, persaingan kompetensi di dunia kerja makin ketat.

Saat ini, Kemenakertrans memiliki 300 lebih BLK, dikelola pusat, provinsi dan kabupaten. Khusus di bawah kementerian sebanyak 18 BLK, salah satunya di Banyuwangi. BLK ini, mampu menampung hingga 3000 calon tenaga kerja. Ada enam pelatihan keahlian. Salah satunya, akomodasi pariwisata. BLK ini akan mulai beroperasi akhir tahun 2018. Masifnya pendirian BLK ini sekaligus memberikan kompetensi dan daya saing dengan tenaga asing. “ Jadi, daya saing tenaga kerja kita perlu digenjot. Salah satunya dengan mendirikan banyak BLK,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan