Beras Sachetan Segera Beredar di Banyuwangi

Pasokan beras di gudang Bulog Banyuwangi. (foto/bb/dok)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.com) – Menjadi lumbung beras, Kabupaten Banyuwangi tak luput dari sasaran beras sachetan. Sebanyak 7 ton beras sachetan akan digelontor di bumi Blambangan. Tujuannya, memudahkan masyarakat mendapatkan beras lebih murah, kemasan ekonomis.

Beras sachetan ini dijadwalkan beredar di Banyuwangi mulai minggu ini. “ Beras sachetan masih dalam perjalanan ke Banyuwangi. Tahap awal kami mendapatkan kiriman satu truk, sekitar 7 ton,” kata Kepala Sub Divre Bulog Banyuwangi David Susanto, Selasa (10/7).

Menurutnya, beras tersebut ditargetkan akan beredar minggu ini di pasar Banyuwangi. Harganya, diperkirakan sekitar Rp 2500 per sachet. Beras ini, lanjut dia, merupakan program dari Bulog. Harganya murah, terjangkau bagi masyarakat. Setiap sachet berisi seperempat kilogram beras. “ Selama ini kan sudah ada ukuran setengah kilogram. Sekarang, dibuat ukuran seperempat kilogram. Jadi, lebih praktis,” jelasnya.

Karena dalam bentuk sachet, beras dari Bulog ini kualitasnya dipastikan sangat baik. Nantinya, dengan uang Rp 10.000, masyarakat bisa mendapatkan empat sachet beras. “ Tentunya, akan memudahkan masyarakat,” tegasnya. Beras tersebut akan disebar di sejumlah pasar di Banyuwangi. Jika animo masyarakat bagus, jumlah beras sachetan akan ditambah. Pihaknya optimis, beras sachetan ini akan disukai masyarakat. Sebab, meski menjadi lumbung beras, fungsi beras sachetan ini sangat praktis. Dan, harganya cukup ekonomis. Karena program Bulog pusat, lanjut David, Bulog Banyuwangi hanya sebatas menyalurkan. Lalu, melihat animo pasar.

Selama ini, beras yang ada dalam kemasan 1 kilogram dan 5 kilogram. Bulog, lanjutnya, ingin memberikan kemudahan ke masyarakat dengan beras sachetan. Beras kemasan ini akan menjadi pilihan terbaru bagi masyarakat memilih beras. David mengaku stok beras biasa di gudang Bulog Banyuwangi masih dalam kondisi cukup. Sebab, menurut David, penyerapan beras di tahun 2017, jauh melebihi target. Dari target 71.000 ton, terserap hingga 81.500 ton. Jumlah ini menempatkan Banyuwangi sebagai lumbung padi nasional nomor dua, setelah Kabupaten Jember. Di tahun 2018, pihaknya optimis, penyerapan beras akan bertambah  dari tahun sebelumnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan