Pertanian Organik Dipatenkan

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – PERTANIAN organik sedang menjadi primadona. Diburu pasar ekspor. Melihat peluang ini, Banyuwangi melirik pengembangan pertanian organik. Tak hanya padi, komoditi hortikultura juga dikembangkan dengan sistem organik. Targetnya, pertanian asal Banyuwangi bisa membanjiri pasar ekspor.

Selain pertanian organik, dikembangkan juga model pertanian ramah lingkungan. “ Target kita, jika belum semuanya organik, bisa mengembangkan pertanian ramah lingkungan. Karena itu, kita buatkan Perda khusus sebagai paying hukum,” kata Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Banyuwangi Ilham Juanda usai finalisasi rancangan Perda (Raperda) Pengembangan Pertanian Berdaya Saing dan Ramah Lingkungan di DPRD Banyuwangi, belum lama ini.

Pejabat ini menjelaskan, raperda ini merupakan inisiatif dari DPRD Banyuwangi. Awalnya, Raperda Sistem Pertanian Organik. Lalu, diubah menjadi Raperda Pengembangan Pertanian Berdaya Saing dan Ramah Lingkungan. Judul raperda ini kata Ilham sengaja diubah untuk memperluas cakupan. Artinya, tidak hanya pertanian organik, namun seluruh komoditi hortikultura yang ramah lingkungan, berdaya saing. “ Selama ini, pertanian organik identik dengan padi. Lewat Perda ini, semua dunia pertanian kita masukkan,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Ilham, Banyuwangi sukses mengembangkan beras organik. Bahkan, banyak diekspor ke Singapura. Dengan raperda tersebut, cakupan pertanian organik diperluas, mengarak ke buah-buahan, termasuk kopi. “ Intinya, kita kembangkan pertanian yang bebas pestisida. Semuanya mengarah ke organik, bebas kimia,” imbuhnya.

Menurut Ilham, setelah dilakukan pembahasan panjang, raperda tersebut disepakati bersama pansus DPRD. Selanjutnya, raperda akan dikirim ke Pemprov Jatim untuk tahapan fasilitasi. “ Kalau pembahasan sudah final. Dewan juga sudah studi banding ke Magelang, Jawa Tengah. Intinya, kita kembangkan pertanian yang bebas pestisida,” ujarnya.

Pihaknya berharap, raperda ini menjadi pendorong para petani mengembangkan pertanian organik. Selain menguntungkan bagi pertanian, nilai ekonominya lebih tinggi. Apalagi, banyak hortikultura Banyuwangi yang digandrungi pasar. Seperti buah naga, jeruk dan kopi. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan