Tak Pasang Monitor Pajak, Restoran Bisa Disegel

Satpol PP memasang poster teguran kepada restoran yang enggan memasang alat monitor pajak. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – INI peringatan bagi para pemilik restoran di Banyuwangi. Pemkab mulai menerapkan aturan tegas untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), khususnya sektor pariwisata. Salah satunya, memasang 500 alat monitor pajak (e-tax). Jika mambandel, pemilik restoran bisa diberikan sanksi. Mulai teguran hingga penyegelan.

Penerapan aturan ini menyusul Perda No.2/2011 dan Perda No.16/2017 serta Perbup No.62/2017 tentang Retribusi Daerah. “ Intinya, kami melaksanakan penertiban perda. Bagi yang melanggar, ada aturan sanksi. Mulai teguran hingga penutupan,” kata Kasatpol PP Banyuwangi, Edi Supriyono disela memimpin penertiban pemasangan alat monitor pajak, belum lama ini.

Ditambahkan, pihaknya terus memantau seluruh restoran yang belum memasang alat monitor pajak. Sebab, aturan ini sudah memiliki paying hukum yang jelas. Sehingga, ada aturan dalam pemberian sanksi.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda mengatakan teguran kepada pemilik restoran ini untuk menggenjot PAD dari sektor pariwisata. Selama ini, pihaknya mencatat ada 1000 restoran dan hotel yang layak mendapatkan alat monitor pajak. Dari jumlah ini, sebanyak 500 alat monitor disiapkan. Namun, banyak oknum pemilik restoran yang enggan memasang. “ Sosialisasi sudah berjalan sejak enam bulan lalu. Tapi, banyak yang enggan memasang. Padahal, sudah kita siapkan 500 alat monitor,” kata Bramuda.

Bramuda menambahkan akibat tak adanya alat monitor pajak, potensi hilangnya PAD cukup besar. Dia mencontohkan, jika setiap restoran menghasilkan pajak Rp 200.000 per hari, pajak restoran bisa tembus Rp 6 miliar per bulan. Kenyataannya, selama ini, pajak restoran yang disetorkan ke Dinas Pariwisata hanya Rp 7 miliar per tahun. “ Kita perkirakan, ada sekitar Rp 80 miliar pajak restoran yang hilang,” imbuhnya.

Padahal, kata Bramuda, Pemkab sangat fokus dengan pengembangan pariwisata untuk menggenjot PAD. Namun, pendapatan sektor pariwisata tetap minim, padahal pendapatan domestik regional bruto (PDRB) Banyuwangi terus naik hingga 29 persen. Tapi, tak berbanding lurus dengan PAD. Selain restoran, alat monitor pajak juga diterapkan pada obyek wisata. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan