Usaha Aksesoris, Mulai Bidik Pasar Lokal

Bisnis aksesoris yang membidik pasar lokal. (foto/bb/tin)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – MENEKUNI usaha aksesoris menjadi kesibukan Ratna Yunita. Di rumahnya di Perumahan Klatak Asri Blok E2, menjadi pusat usahanya. Proses pembuatan aksesoris ini menggandeng puluhan ibu rumah tangga.

Dikatakan Ratna Yunita, berbagai kerajinan aksesoris dibuat. Mulai dari souvenir, bros, tas, kalung, gelang dan tas rajut. “Bahan yang kami gunakan beragam, mulai dari kerang, kayu, monte sampai batu-batuan,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Permintaan aksesoris ini kata Yunita sempat booming di tahun 2010. Saat itu, permintaan aksesoris dari pasar Eropa sangat tinggi. Seperti England, di samping Australia dan Malaysia. Namun, seiring adanya persaingan harga, kini permintaan aksesoris dari pasar luar tak sebanyak dulu. Pihaknya lebih membidik pasar lokal.

Sebelumnya sentra usaha dipusatkan di Bali. Namun tahun 2014, Yunita memilih memusatkan usaha di Banyuwangi. “Sekarang kami lebih banyak pada orderan lokalan,” ucapnya.

Permintaan aksesoris ini lebih banyak melayani pesanan pemilik toko souvenir di kota-kota pariwisata di Indonesia. Seperti, kawasan Malioboro Yogyakarta, Cibubur Jakarta, dan Sukawati-Bali. Di samping kawasan Banyuwangi sendiri. Pihaknya juga aktif mengikuti berbagai pameran kerajinan di dalam maupun luar Banyuwangi. Dalam bekerja Yunita kini dibantu 6 tenaga pengepul.

Menurutnya tiap kota atau kawasan pariwisata menyukai model aksesoris tertentu. Seperti pasar Yogyakarta lebih banyak permintaan aksesoris bahan kayu. Sementara Jakarta dan Surabaya lebih banyak permintaan aksesoris bahan kerang.

Untuk bahan baku, seperti batu-batuan dan kerang didatangkan dari berbagai kota. Bahan kerang dan monte didatangkan dari Bali dan Yogyakarta. Sementara bahan kaca dari Jombang. Dan, mutiara air dari Lombok, NTB. “Khusus batu-batuan kami datangkan dari Kalimantan,” ucapnya.

Harga aksesoris ini beragam. Dari termurah sampai mahal. Selain bahan mutiara, aksesoris bahan batu-batuan harganya cenderung mahal, dari Rp 75.000 hingga Rp 150.000 per biji.

Menurutnya peluang usaha aksesoris ini masih cukup bagus. Per bulan dirinya bisa meraih omzet antara Rp 6 juta hingga  puluhan juta per bulan, tergantung momen. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan