Dua Tahun Lagi, Saham Emas Pemkab Bisa Cair

Kegiatan media gathering serangkaian investasi bermanfaat yang digelar investor tambang emas Tumpangpitu. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Masyarakat Banyuwangi sepertinya harus bersabar menunggu hasil saham Pemkab di tambang emas Tumpangpitu. Ternyata, perusahaan pertambangan nasional ini ditargetkan tahun 2020 bisa kembali modal alias break even point (BEP). Sehingga, saham Pemkab diperkirakan baru bisa cair dua tahun lagi, menunggu BEP.

Nilai pembagian hasil dari saham sebesar 6,4 persen juga belum bisa dipastikan. Sebab, pendapatan pertambangan yang dikelola PT Bumi Suksesindo (BSI) tersebut masih harus dihitung melalui rapat umum pemegang saham. “ Jadi, sesuai studi kelayakan, tambang emas Tumpangpitu baru bisa BEP tiga tahun sejak produksi tahun 2017,” kata Iwa Mulyawan, Manager Inveromental PT BSI di sela media gathering di obyek wisata Sumbermanis, Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Sabtu (25/8).

Dijelaskan, investasi tambang emas PT Tumpangpitu mencapai Rp 3 triliun. Biaya terbesar kata dia untuk pembangunan infrastruktur. Sedangkan produksi emas sejak tahun 2017 mencapai 142.468 onsis, satu onsis setara 23 gram. “ Kalau nilai pendapatannya, itu wewenang presiden direktur. Yang jelas, sesuai studi kelayakan, BEP sekitar 3 tahun,” tegasnya.

Meski begitu, kata dia, bisa jadi proses BEP tidak sampai menunggu tiga tahun. Sebab, pihaknya terus menggenjot jumlah produksi pertambangan. Tahun 2017, target produksi mencapai 3 juta ton, lalu ditargetkan naik terus hingga 6, 2 juta ton per tahun. Kini, pencarian cadangan emas juga diperluas. Awalnya, cadangan yang terdeteksi sekitar 24 juta ton. Terakhir, cadangan emas di Tumpangpitu mencapai 46,7 juta ton, dari lima lokasi galian atau pit.

Terkait saham, kata Iwa, saham milik Pemkab Banyuwangi di Merdeka Copper, induk PT BSI senilai 6,4 persen. Awalnya, 10 persen. Delusi saham ini dipicu perdagangan saham di bursa saham. Meski jumlah saham berkurang, nilai sahamnya melonjak. Dari Rp 22 miliar, menjadi Rp 540 miliar. Hanya saja, persoalan pencairan saham ini menjadi wewenang di RUPS. “ Tentunya, ini wewenang jajaran direksi,” tegasnya.

Iwa juga menyinggung komitmen pertambangan emas Tumpangpitu dalam pelestarian lingkungan. Mulai menjaga ekosistem air hingga flora dan fauna di puncak Gunung Tumpangpitu. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan