Sinden Hongaria Semangati Mahasiswa Untag Cintai Budaya Lokal

Rektor Untag Banyuwangi memberikan cinderamata ke Agnes Serfozo. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Budaya lokal kerap dipandang biasa oleh warga setempat. Sebaliknya, warga asing justru mengagumi budaya warisan Nusantara. Seperti dilakukan warga asal Hongaria, Agnes Serfozo. Wanita yang juga seorang sinden di Solo, Jawa Tengah ini tak sekadar mempelajari budaya lokal. Namun, mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dia menjadi seniman wayang.

Baginya, Indonesia kaya dengan budaya yang tidak ada di negara manapun. “ Indonesia ini kaya akan budaya. Alamnya juga indah, termasuk kulinernya. Jadi, harus dilestarikan. Warga Indonesia harus bangga dengan budaya sendiri,” kata wanita yang akrab dipanggil AG ini disela memberikan kuliah umum serangkaian OSPEK di kampus Untag Banyuwangi, Sabtu (25/8).

Wanita kelahiran Budapest ini mulai tahun 2004 sudah belajar seni di Solo. Konsentrasinya, seni pedalangan. Sejak itu, kecintaannya dengan budaya lokal makin tinggi. “ Sejak kecil saya memang suka budaya di luar Eropa. Salah satunya Indonesia. Kebetulan, saya dapat beasiswa dari RI untuk belajar kesenian daerah,” jelasnya.

Salah satu yang paling dia sukai adalah wayang. Menurutnya, wayang adalah seni yang sangat indah dan lengkap. Sebab, banyak seni lain di dalamnya. Mulai tari, musik hingga sastra. Bahkan, ada ilmu politik dan etik dalam kisah pewayangan. “ Ini luar biasa. Jadi, generasi muda Indonesia harus bangga dengan budaya lokal,” tegas mahasiswi S2 Kajian Budaya tersebut.

Dia berharap, budaya Indonesia tak punah. Pihaknya juga menyayangkan mulai adanya pembiasan budaya, berdampak pada keseimbangan hayati. Selain praktisi pewayangan, AG juga suka dengan budaya Using. Bahkan, pihaknya sedang meneliti tradisi Seblang Bakungan.

Rektor Untag Banyuwangi Andang Subaharianto mengatakan pihaknya sengaja mengundang Agnes Serfozo untuk memotivasi mahasiswa. Khususnya, dalam mencintai dan melestarikan budaya lokal. “ Selama ini, kita melihat budaya dari perspektif kita sendiri. Jadi, terasa biasa. Tapi, jika dari perpesktif orang lain, akan berbeda. Harapannya, muncul kecintaan mahasiswa dengan budaya lokal dan melestarikannya,” kata Andang.

Menurutnya, menghadirkan praktisi seni sekaligus peneliti budaya dari warga asing ini menjadi bagian kegiatan OPSPEK calon mahasiswa Untag. Digelar mulai, Senin (21/8) hingga Sabtu (25/8). Puncak penutupan OPSPEK diisi dengan pagelaran seni masing-masing fakultas. Lalu,menghadirkan kelompok musik dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Banyuwangi. “ Kita ingin mengajarkan ke mahasiswa, bahwa warga binaan di LP juga bisa berkreativitas. Dan, kami sebagai akademisi harus memulai untuk memberikan apresiasi terhadap karya warga LP,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan