Kuasai Musik Etnik

Rusyadi alias Teddy. (foto/bb/tin)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – PERKEMBANGAN drumband yang tergabung dalam MDC tak bisa lepas dari sosol Rustadi yang akrab disapa Teddy ini.  Dia merupakan seniman Banyuwangi yang akrab dengan musik etnik Banyuwangi.  Musik etnik sudah diakrabi pria asli Cungking ini sejak tahun 1973. Saat dirinya masih duduk di bangku kelas 3 SD. “Saat itu saya sebagai penari,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi.

Sejak kecil, Rustadi sudah menunjukkan bakat seninya. Darah seni ini diawarisi dari sang nenek, Mbah Semi yang merupakan perempuan penari Gandrung kawitan Banyuwangi. “Saya adalah generasi ketiga dari Mbah Semi,” ungkapnya.

Sejak tahun 1985 Rustadi sudah menjadi pelatih tari, kemudian tahun 1989 merintis berdirinya Sanggar Tari Gandrung Semi. Tahun 2002, dirinya mulai berkecimpung dengan drum band dan tahun 2006 mulai mengkolaborasikan drum band modern dengan musik etnik.

Bidang seni sudah menjadi bagian hidup pria kelahiran Banyuwangi 15 Juli 1964 ini. Berbagai bidang seni ditekuninya. Dari bermain musik, mengajar tari, pengajar vokal, sampai menjadi pelatih drumband etnik.

Rustadi terus berkarya dalam mengembangkan musik etnik Banyuwangi. Salah satunya lewat drumband etnik. “Alhamdulliah, perkembangan musik etnik sangat pesat. Apalagi sejak adanya drumband etnik,” ungkap pria yang dikenal lewat salah satu karyanya, “I Love Banyuwangi” ini.

Rustadi melatih drumband etnik di berbagai satuan unit drumband. Awalnya melatih di tiga unit drumband di wilayah Kecamatan Kalibaru. Kemudian, dua unit di Kecamatan Glenmore, dua unit di Genteng, dua unit di Kecamatan Siliragung, empat unit di Purwoharjo dan kini menjadi pelatih drumband etnik  di Madrasah Drum Band Community (MDC) ini . Dalam belajar bermusik etnik ataupun menari ini Rustadi tak memiliki guru khusus melainkan belajar otodidak. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan