MDC Eksis dengan “Berbagi”

Ma’sum Safi’I, salah satu pendiri MDC. (foto/bb/tin)

Cluring (BisnisBanyuwangi.co.id) – KOMPAK, serasi, seirama, menjadi ciri khas komunitas drum band yang tergabung dalam Madrasah Drum Band Community (MDC) di Kecamatan Cluring. Ketika tampil, peforma yang ditunjukkan selalu memikat. Seperti ketika tampil saat upacara bendera detik-detik proklamasi HUT RI ke-73 di lapangan Cluring, belum lama ini. Drum band yang seluruhnya anak-anak ini bisa tampil memukau, menghipnotis penonton.

Gerimis sempat turun, ketika personel MDC unjuk gigi. Namun, tak mengurangi semangat seluruh pemain. Melibatkan 400 personil, dari tujuh sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Cluring. Masing-masing,  MI Al-A’ la Pancursari, MI Miftahul Ulum Rejosari, MI tarfal Sumberjeruk, MI NA Kebonrejo, MI Alhuda Sembulung, MI  NASA Tamanagung, MI Al Falah Benculuk dan SD Islam Benculuk. Penampilan  MDC sukses memukau peserta upacara bendera.  termasuk penonton.

Salah satu ciri khasnya, penampilan  musik kolaborasi drum band etnik,  lengkap dengan suguhan koreografi yang manis.  Dalam pagelaran spesial tersebut disuguhkan tema Dewi Sri  dengan iringian lagu “Cone-conge  atang” dan “Umbul-umbul Blambangan”.

MDC terbentuk tahun 2016, dirintis oleh tiga lembaga. Yakni, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ala’la, Pancursari, Benculuk. MI Miftahul Ulum, Rejosari Benculuk dan MI Tarbiyatul Athfal Sumberjeruk Taman Agung. Diprakarsai  tiga tokoh, Ma’sum Safi’i manager satuan drum band Gema Suara, MI Al-A’la Pancursari, Hasanuddin dari drum band Citra Nada MI Miftahul Ulum Rejosari, dan Hasan Aminuddin wakil dari satuan drum band Gelora Irama MI Tarbiyatul Athal Sumberjeruk, Tamanagung.

Di awal terbentuk MDC hanya beranggota tiga sekolah. Seiring waktu, anggota MDC terus bertambah, hingga kini mencapai 20 satuan drum band yang tersebar di empat kecamatan. Jumlah personel per satuan mencapai 50 orang.

Di Cluring anggota MDC meliputi 14 sekolah MI  dan 1 SD Islam. Yakni SD Puspa Bangsa Sraten, Kec, Cluring. Anggota MDC di wilayah Kec. Tegalsari meliputi MI Darusasalam II Tegalsari, wil. Kec. Purwoharjo, MI Purwoharjo. Wilayah Kec. Muncar meliputi MI Darussalah Tapanrejo , MI Fathul Ulum Sumbersewu, MI Islamiyah Kemendung, MI Miftahul Huda Tegalpare, TK Khodijah 14 Tegalpare, TK Khadijak 101 Tegalpare. Di samping SMP Sunan Giri Cluring dan SMP Amanatullah Gambiran.

Menurut Ma’sum Safi’i, salah satu pendiri MDC, eksistensi MDC tak lepas dari prinsip “Berbagi tak pernah Rugi”. Di awal berdiri MDC banyak berbagi alat dengan sekolah yang belum punya drum band sampai bisa membeli alat sendiri. “Sampai muncul istilah berbagi tak pernah rugi ini. Kini menjadi motto kami di MDC,” tambah Ma’sum.

Dikatakan Ma’sum, kegiatan ekstra sekolah drum band ini mengacu pada kurikulum 2013, dimana dalam K13 tersebut harus bisa mengasah 3 kecerdasan anak, yakni kecerdasan kognitif, afektif dan psikomotorik. “Lewat kegiatan drum band ini terbukti bermanfaat mengasah ketiga kecerdasan anak,” ungkap Ma’sum kepada Bisnis Banyuwangi.

MDC ini memiliki ciri khas yakni drum band etnik. Hasil kolaborasi alat musik drum band modern dan alat musik tradisional. Dilatih Supriyadi dan Rustadi.  Puluhan lagu etnik dan nasional berhasil dibawakan. Berbagai prestasi diraih MDC. Salah satunya Juara Umum Festival Drum Band Etnik 2018. MDC juga rutin tampil di berbagai even. Diantaranya Blambangan Open Marching Competition (BOMCE), ajang halal bihalal guru madrasah, serta ikut meramaikan pawai Taaruf 1 Muharram. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan