Supriyadi, Populerkan Drumband di Sekolah

MDC tampil di acara HUT Kemerdekaan RI di Cluring. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – ESKTRA kurikuler drumband di sekolah, kini menjadi populer. Bahkan, hampir di setiap sekolah pelosok pun memiliki alat musik ini. Dahulu, drumband menjadi kegiatan papan atas, hanya sekolah khusus yang memiliki. Kini, kondisi berubah. Adalah Supriyadi, guru sekaligus pelatih drumband yang sukses mempopulerkan drumband di sekolah-sekolah. Terutama, di Banyuwangi selatan.

Pria kelahiran 1 Desember 1964 ini cukup dikenal dalam dunia drumband sekolah di Banyuwangi. Kiprahnya sebagai pelatih, membuatnya disegani dalam dunia drumband. Supriyadi  tercatat sebagai Ketua Komunitas Pelatih Drumband Banyuwangi dalam wadah Blambangan Coach Competition (BCC) dari tahun 2015 sampai sekarang.

Selain aktif membidani lahirnya para pelatih baru, agenda rutin BCC menggelar Blambangan Open Marching Competition (BOMCE).

Menjadi pelatih drumband sudah digeluti Supriyadi sejak tahun 1989. Awalnya, keahlian memukul drumband ini dia pelajari secara otodidak. Tahun 1995, Supriyadi bersama satu orang rekan mewakili Banyuwangi mengikuti kegiatan pelatihan  drumband di Surabaya atas intruksi dari Dinas Pendidikan  Banyuwangi.

Kegiatan drumband di SDN 1 Purwoharjo, adalah sekolah pertama yang dia bina, tahun 1989. “Saat itu, di kecamatan Purwoharjo baru satu-satunya sekolah yang memiliki drumband. Dan itu sekolah tempat saya mengajar,” ungkap pria yang berdomisili di Dusun Kaliboyo, Purwoharjo ini kepada Bisnis Banyuwangi.

Diakuinya, untuk mengembangkan drumband di awal-awal bukan hal mudah. “Tantangannya, alatnya mahal,” ucapnya.  Namun, Supriyadi tetap optimis mendidik anak-anak dan terus mengembangkan kegiatan drumband di sekolah. Supriyadi yang juga sebagai pengajar olahraga ini turut berkecimpung dalam pengadaan alat musik drumband.

Sejauh ini dirinya banyak menyuplai alat-alat tabuh drumband ke sekolah-sekolah yang berminat. Harganya terjangkau.  Dengan berbagai upaya, seiring waktu perkembangan drum bandkian pesat. Saat ini hampir 80 persen sekolah di Banyuwangi Selatan sudah memiliki drum band.

Kini, Supriyadi melatih drumband di 50 sekolah yang tersebar di Kecamatan Siliragung, Bangorejo, Purwoharjo, Gambiran, Srono, Cluring dan Muncar. Salah satu drumband yang dilatihnya yang juga tengah eksis adalah Madrasah Drumband Community (MDG).

Supriyadi adalah pelatih, sekaligus orang yang turut membesarkan MDC, disamping para pendiri dan Rustadi, pelatih musik etnik. Menurut Supriyadi konsep MDC ini luar biasa. Kemunculan MDC ini juga bukti drumband Banyuwangi bisa eksis.

Sementara di dalam BCC, kata Supriyadi, memiliki visi meningkatkan kualitas pelatih drumband. Serta, menyamakan pandangan antarpelatih. Peningkatan skil bisa melalui coaching klinik ataupun latihan bersama. Terutama bagi pemula. BCC rutin menggelar kegiatan tahunan Blambangan Open Marching Competition (BOMCE), tiap April dalam rangka perayaan HUT BCC.

Menurutnya,  merintis kegiatan lomba ini tidak instan, bahkan dari proses panjang. “Dulu hanya tingkat kecamatan terus meningkat sampai kini BOMCE ini setingkat kabupaten,” jelas guru SDN 4 Kradenan ini. Peserta BOMCE pun banyak dari luar kabupaten. Para atlet drumband Banyuwangi juga banyak menorehkan prestasi dalam berbagai kejuaraan. Seperti Juara Umum di Kapolda Cup tingkat Jatim tahun 2017. Serta juara umum dalam Probolinggo Open Marching Competition, (Promag) tahun 2014. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan