Pasca-tambang Emas, Satwa Tumpangpitu Masih Aman

Aktivitas pemantauan satwa di puncak Gunung Tumpangpitu, Pesanggaran pasca-penambangan emas. (foto/bb/ist)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Pertambangan emas di Gunung Tumpangpitu, Pesanggaran, Banyuwangi, ternyata tak berdampak pada ekosistem satwa di puncak gunung setempat. Pemantauan yang dilakukan investor tambang emas PT Bumi Suksesindo (BSI) bersama tim Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) wilayah III Jember dan Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I), seluruh satwa di pegunungan itu dalam kondisi aman, normal.

Tercatat ada 90 jenis burung, 28 jenis mamalia, 24 jenis reptil dan tujuh jenis amfibi yang teridentifikasi menghuni Gunung Tumpang Pitu. Sedangkan jenis fauna yang paling banyak ditemukan diantaranya rusa, babi hutan, elang, lutung, monyet dan kukang Jawa.  Seluruh satwa itu  tercatat dari hasil pengamatan tahun 2012 hingga 2018.  “ Pengamatan rutin kita lakukan tiga bulan sekali. Terakhir, dilakukan bersama tim gabungan 24-28 Agustus 2018. Kondisi satwa masih aman,” kata Manajer Lingkungan PT BSI, Ismed Siregar, Jumat (7/9).

Pria ini menjelaskan, pemantauan yang dilakukan merupakan bagian dari monitoring lingkungan sesuai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan di bawah bendera PT BSI tersebut. Pengamatan kata dia,  langsung memasuki area hutan di Tumpangpitu. Selama pengamatan, lanjutnya, hewan yang ditemui langsung difoto dan didata. “Metode yang digunakan dalam kegiatan pemantauan meliputi point count, transek, perangkap  hidup,  menggunakan  jala  kabut,  camera  trap,  pencetakan  jejak  dan  fauna maping, ” jelasnya.

dilakukan mulai pagi, sore dan malam, di enam titik berbeda. Mulai hutan dataran rendah (hutan tanaman), zona peralihan antara hutan tanaman dengan hutan rimba campuran serta di hutan rimba campuran. Masih amannya ekosistem satwa tersebut menampik tudingan miring terkait rusaknya kawanan satwa di Tumpangpitu pasca-tambang emas.

Sementara itu, pengendali Ekosistem Hutan (PEH) KSDA wilayah III Jember, Bagus Suseno mengatakan semua   satwa   di   lokasi   pertambangan   tidak   terganggu   dengan   adanya   aktivitas penambangan emasn. Menurutnya, beberapa jenis satwa  seperti lutung dan monyet  berkeliaran di dekat lokasi.  Artinya, kata dia, hewan tersebut dapat menyesuaikan diri dengan habitatnya, meski menjadi lokasi pertambangan.

Di dalam hutan juga ditemukan bekas kubangan lumpur yang menjadi habitat babi hutan. “Hewan tersebut sudah menyesuaikan diri dengan habitatnya. Kami menilai aktivitas pertambangan tidak mengusik habitat hewan tersebut. Kami juga menemukan jenis elang yang masih terbang bebas di atas area pertambangan,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan