RS Swasta Tak Boleh Tolak Pasien Darurat

Tiga warga Muncar diterima Komisi I DPRD Banyuwangi terkait pengaduan pelayanan RS swasta. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – KINERJA rumah sakit (RS) swasta mendapat sorotan DPRD Banyuwangi. Pasalnya, muncul kasus penolakan pasien darurat oleh salah satu RS swasta di Muncar, belum lama ini. Wakil rakyat Kota Gandrung menyerukan seluruh RS swasta tak menolak pasien dalam kondisi darurat, tanpa mempertimbangkan biaya ataupun keikutsertaan pasien pada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sebab, menyangkut keselamatan manusia.

Anggota Komisi I DPRD Banyuwangi Ali Mustofa menegaskan sesuai Undang-undang  No. 39/ 2009 tentang Kesehatan, setiap RS wajib mengutamakan penyelamatan nyawa pasien terlebih dahulu, dan dilarang memungut uang muka biaya. “ Dalam UU sudah jelas dinyatakan kewajiban rumah sakit dalam melaksanakan fungsi sosial, diantaranya memberikan fasilitas pelayanan kepada pasen tidak mampu dan pelayanan gawat darurat tanpa meminta uang muka biaya penangganan,”politisi Nasdem ini, belum lama ini.

Menurut Ali, tiga warga Muncar sempat mengeluhkan penolakan ketika masuk ke salah satu RS swasta di Desa Tembokrejo, Muncar. Padahal, dalam kondisi kritis ketika bermasalah dengan persalinan. Namun, begitu masuk RS tersebut justru mendapatkan penolakan. Alasannya, syarat administrasi BPJS-nya belum lengkap,” jelas Ali.

Idealnya, kata dia, RS tersebut tak melakukan penolakan. Namun, tetap diterima dengan pelayanan maksimal. Kenyataanya, perlakuan tak mengenakkan justru dialami ketiga warga Muncar. “ Ini sangat miris. Seharusnya, kondisi ini tak sampai terjadi,” sesalnya.

Pihaknya juga meminta Dinas Kesehatan Banyuwangi memperketat pengawasan kinerja RS swasta. Terutama, dalam menangani pasien darurat. Jika ditemukan RS swasta yang melanggar, Ali meminta Dinas Kesehatan memberikan sanksi tegas. “ Harus ada sanksi tegas. Ini kan menyangkut pelayanan sosial,” tegasnya. Ali khawatir kurang maksimalnya pelayanan RS swasta ini akan terjadi di tempat lain. Sehingga, pengawasan dari Dinas Kesehatan harus benar-benar diperketat. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan