Ini yang Dilakukan Warga Temuguruh Saat Suroan

Warga Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu membuat jenang Suro massal, Minggu (16/9). (foto/bb/tin)

Sempu (BisnisBanyuwangi.co.id) – Datangnya tahun baru Islam disambut meriah di Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu. Warga menggelar beragam kegiatan. Dimulai, Selasa (12/9) hingga Minggu (16/9). Diantaranya, jamasan pusaka, selamatan kenduri, ruwatan, pentas jaranan dan reog, serta pagelaran wayang kulit, berpusat di Padepokan Joyo Purnomo.

Puncak acara, Minggu (16/9), diawali dengan pembuatan jenang suro massal. Proses pembuatan jenang suro ini berlangsung sejak pagi, pukul 09.00 WIB. Warga beramai-ramai mengolah dan memasak bahan jenang, lengkap dengan sajian pelengkapnya. Sayur kare. Selanjutnya jenang suro dikirab keliling desa. Acara ditutup dengan barikan kubro. Sepuluh ribu ancak  dijajar di sepanjang jalan. Lalu, warga beramai-ramai menyantapnya. “ Kegiatan ini serangkaian launching Desa Wisata Temuguruh,” kata Asmuni, SP, Kades Temuguruh kepada Bisnis Banyuwangi.

Selain selamatan, kegiatan diisi pameran dan bazar  produk UMKM dan kuliner dari Desa Temuguruh maupun desa-desa di Banyuwangi dampingan pergerakan Hidora (Hiduplah Indonesia Raya). Malam puncak kata Asmuni diisi dengan pentas seni dan budaya. Menampilkan kelompok-kelompok kesenian lokal maupun kesenian Nusantara dan  mancanegara. Sejumlah seniman asing hadir. Mulai dari Jepang, Taiwan dan Jerman. “ Tak kurang dari 25 seniman dari berbagai negara hadir memeriahkan acara pesta rakyat ini,” jelasnya.

Berbagai kesenian lokal juga ikut ditampilkan. Seperti,  barong Using Desa Temuguruh, kesenian jaranan , kesenian terbang kuntulan, Kesenian Gandrung  dan paduan suara ibu ibu kolaborasi Fatayat NU dan muslimat Muhammadiyah dan kelompok PKK Desa Temuguruh. Seluruh kegiatan hasil swadaya masyarakat bersama Pemdes Temuguruh, BUMDes dan pergerakan Hidora. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan