Pasangan Belum Memiliki Anak, Belum Tentu Salah Istri

Direktur Marketing Klinik Amour 2, dr. Andriyani H, MMRS, Dipl. Cibtac. (foto/bb/tin)

Genteng (BisnisBanyuwangi.co.id) – MEMILIKI buah hati merupakan idaman bagi pasangan menikah. Namun, masalahnya ketika kelahiran si kecil tak kunjung datang. Pihak istrilah yang kerap disalahkan, karena dianggap bermasalah. Sehingga pemeriksaan yang dilakukan pun lebih dititikberatkan pada pihak perempuan. Sedang suami terkadang enggan melakukan pemeriksaan.

Terkait kondisi ini, dr. Andriyani H, MMRS, Diploma Cibtac, Direktur Marketing Klinik Amour mengatakan definisi pasangan infertil adalah pasangan  suami istri yang sudah menikah minimal satu tahun, melakukan aktivitas seksual secara teratur dan tidak menggunakan kontrasepsi. Tetapi tidak terjadi kehamilan.

Kapan sebenarnya pasangan infertil perlu memeriksakan diri?

Menurut istri Direktur RSUD Blambangan H. Taufik Hidayat ini untuk pasangan muda minimal satu tahun setelah menikah. Atau, pasangan dengan usia istri melebihi 30 tahun, maka minimal 6 bulan setelah menikah.

Beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh pasangan infertil adalah, pasutri (pasangan suami istri) perlu memeriksakan diri keduanya. Pasutri perlu saling mendukung, membina kesabaran dan saling pengertian. Sebab, keberhasilannya biasanya membutuhkan waktu relatif lama. Yakni,  beberapa bulan sampai tahun dan senantiasa berdo’a .

“Penyebab kasus infertil, bisa disebabkan pihak suami, bisa juga pihak istri atau bisa juga kedua-duanya,” ungkap, dr Andriyani, belum lama ini.

Adapun penyebab terjadinya infertil pada pria ini lanjut, dr. Andriyani adalah karena produksi sperma tidak normal, hambatan  pada saluran sperma, disfungsi sexual, penyakit sistemik , bahan toxic dan lainnya.

Pemeriksaan yang perlu dilakukan meliputi pemeriksaan analisa sperma dan pemeriksaan penunjang. Seperti, pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hormon tertentu (Testosteron, Folicle Stimulating Hormon : FSH). Serta, bila perlu periksaan kromosom.

Sedang penyebab infertil pada wanita antara lain, gangguan ovulasi, hambatan pada saluran indung telur, kondisi ovarium, gangguan lendir serviks, endometriosis dan lainnya.

“Jika Anda termasuk pasangan infertil maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan analisa sperma pada suami . Karena pemeriksaan ini tidak butuh waktu lama, biaya terjangkau dan tidak menyakitkan,” jelasnya.

Jika analisa sperma dinyatakan normal, kata dia, baru dilakukan pemeriksaan pada istri. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, Kunjungi Klinik Amour 2 Jl. Hasyim Asy’ari 100 A Genteng – Banyuwangi. Tlp. 082 232 338 166, dr. Taufiq Hidayat, Sp And, MKes, (Spesialis Kesuburan dan Seksual) akan membantu Anda.

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan