RAPBD Banyuwangi 2019 Turun

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Masyarakat Banyuwangi sepertinya harus  bersabar menerima kemungkinan kurangnya proyek infrastruktur dan kegiatan lain di tahun 2019. Pasalnya, dalam rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) jumlah anggaran diproyeksikan turun. Nilainya sekitar 28,58 persen.

Pada RAPBD 2019 pendapatan daerah diproyeksikan  sebesar Rp 2,13 triliun. Angka itu berkurang sekitar Rp 851,9 miliar atau setara 28,58 persen dari pendapatan daerah yang ditetapkan APBD 2018 sebesar Rp 2,98 triliun. “Dinamika perekonomian global dan nasional turut mempengaruhi proyeksi RAPBD Banyuwangi. Dimana pada tahun depan asumsi perekonomian masih cukup menantang. Kondisi yang sama terjadi hampir di seluruh wilayah, baik di Provinsi Jawa Timur dan pusat,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (9/10).

Dalam RAPBD 2019, pendapatan daerah berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan dan pendapatan lain-lain yang sah. PAD  diproyeksikan naik 7,5 persen dari Rp 527,38 miliar pada APBD 2018 menjadi Rp 566,93 miliar pada KUA-PPAS APBD 2019.

Sedangkan pendapatan dari dana perimbangan mengalami penurunan. Tahun 2019 diproyeksikan hanya sebesar Rp 1,46 triliun atau turun sebesar Rp 457,93 miliar (23,87 persen) dari 2018. Begitu juga pendapatan dari  lain-lain pendapatan yang sah diproyeksikan turun 81 persen lebih, tepatnya dari Rp 534,95 miliar pada APBD 2018 menjadi 101,43 miliar pada tahun 2019.

“Proyeksi tersebut dikarenakan eksekutif belum mendapatkan pagu definitif atas dana perimbangan dari pemerintah pusat. Proyeksi juga sebagai rasionalisasi atas  kondisi perekonomian secara nasional. Namun untuk PAD kita justru diproyeksikan naik. Konsentrasi kita tahun depan untuk mencapai target PAD tersebut,” ujar Bupati.

Sementara itu untuk penurunan pos belanja daerah, Bupati Anas menambahkan hal tersebut sebagai upaya antisipatif dinamika situasi yang difokuskan mempertahankan dan menguatkan ekonomi daerah. Pada 2019 belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp 2,15 triliun atau turun Rp 860,90 miliar (28,6 persen) dibanding tahun lalu. Pada APBD 2018, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 3,01 triliun.

“Penurunan pos belanja tersebut sebagai cara untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan program. Namun demikian eksekutif menegaskan penurunan kapasitas fiskal tidak mengurangi target capaian kinerja pembangunan daerah dan tidak mengurangi kinerja pengelolaan keuangan daerah” cetusnya.

Terkait dana cadangan Rp 65 miliar yang dicantumkan sebagai bagian pembiayaan kata Bupati, jika dana tersebut merupakan rencana cadangan jika terdapat situasi dimana penerimaan pendapatan daerah tahun  2018 tidak memenuhi target.  “Namun eksekutif tetap memastikan seluruh program dan kegiatan yang telah direncanakan pada tahun 2018, dapat berjalan sesuai rencana,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan