Penyebar Hoax Didenda Miliaran Rupiah

Deklarasi Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Rabu (10/10) malam. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Bahaya hoax disikapi serius pemerintah. Dalam waktu dekat, Peraturan Pemerintah (PP) terkait penyebaran hoax segera diberlakukan. Sanksinya cukup berat. Selain penjara, pelaku bisa didenda miliaran rupiah. Tak hanya penyebar, penyedia platform untuk media sosial (medsos) juga bisa ikut terkena sanksi. Hal itu diungkapkan Staf ahli Memteri Bidang Hukum Kementarian Komunikasi dan Informasi (Kemeninfo) RI, Prof. Henri Subiyakto usai Deklarasi Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Rabu (10/10) malam.

Menurut Henri, penyebaran berita hoax sudah sangat mengkhawatirkan. Tahun 2017, pihaknya terpaksa memblokir sekitar 8000 akun dan situs yang terindikasi menyebarkan hoax. Jumlah it uterus meningkat. Januari 2018, sebanyak 8000 akun dan situs diblokir karena kasus serupa. “ Menjelang pemilu, penyebaran berita hoax, makin meningkat. Namun, intensitasnya tak sebanyak ketika Pilkada DKI,” jelasnya.

Dari sekian hoax, peredaran foto yang paling banyak. Modusnya, foto lama yang diunggah lagi. Namun, diberikan keterangan yang baru. Ciri hoax, lanjut dia, pembaca akan marah setelah melihatnya. Lalu, memicu kebencian dengan kelompok tertentu. “ Yang jelas, berita hoax ini narasumbernya tidak jelas,” tegasnya.

Ditambahkan Henri, penyebaran hoax selain penjara, pemerintah mulai memikirkan sanksi denda. Sehingga ada efek jera. Selain itu, ada sumber pemasukan negara bukan pajak. “ Kami sudah mengubah PP 82/2012. Tinggak diundangkan. Targetnya, akhir tahun ini,” imbuhnya.

Pihaknya berharap penyebar hoax bisa menghentikan aksinya. Lalu, masyarakat tak mudah terprovokasi. Apalagi, dengan mudah membagikannya di media sosial. Menurutnya, saat ini mesin pelacak penyebar hoax sudah sangat canggih. Sehingga, hanya dengan nomor ponsel, bisa dilacak pemiliknya. Bahkan, lokasi dimanapun. Karena itu, kebijakan tersebut harus gencar disosialisasikan ke masyarakat. “ Harapannya, masyarakat sadar. Tidak mudah terprovokasi dan membagikan berita hoax,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan