Bermodal Kemenyan, Dukun Palsu Tipu Korbannya Rp 755 Juta

Pelaku dukun palsu diamankan di Polres Banyuwangi, Rabu (17/10). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Praktik dukun palsu muncul lagi di Banyuwangi. Kali ini menimpa Siti Mujayanah (40), warga Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Korban mengalami kerugian hingga Rp 755 juta. Tergiur menyan sakti dari Arab.

Pelakunya, Edi Siswanto alias Raden Selarong (40), warga Probolinggo, Jawa Timur. Dalam menjalankan aksinya, pelaku berpura-pura memiliki kemenyan bilkis. Mampu mendatangkan kekayaan, mengusir pengaruh jahat. Ternyata, palsu.

Perkenalan pelaku dan korban berawal dari kedatangannya ke rumah bos korban, Joean di Bangorejo, Banyuwangi. Kala itu, pelaku menawarkan kemenyan bilkis. Tujuannya, menghilangkan pengaruh negatif dan menarik benda-benda gaib di gudang milik Joean. Rayuan pelaku menggiurkan hati korban. “ Perkenalan ini terjadi 15 Agustus lalu. Korban akhirnya bersedia membeli kemenyan bilkis tersebut,” kata Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman, Rabu (17/10).

Awalnya, pelaku menawarkan kemenyan bilkis seberat 1,3 kilogram. Harganya, Rp 685.000 per gram. “ Pelaku memberikan gratis 3 ons kemenyan,” lanjut Kapolres.  Saking tergiurnya, korban nekad menggadaikan sertifikat tanah. Selanjutnya, korban mentransfer uang ke pelaku secara bertahap. Transfer awal senilai Rp 364 juta. Lalu, dilunasi di Surabaya sebesar Rp 308 juta. “ Saat penyerahan pelunasan ada saksi,” lanjut Kapolres.

Usai pelunasan, tersangka datang ke rumah korban. Membawa kemenyan bilkis. Anehnya, kemenyan tersebut tak langsung diserahkan. Dalihnya, harus diberikan doa-doa. Kemudian, pelaku menyuruh korban menyebar garam ke sekitar rumah, pintu rumah tak boleh dikunci. Pelaku meminta istirahat. Korban terkejut ketika pagi hari, pelaku menghilang. Ternyata kabur.

Yang aneh, saat korban menghubungi pelaku, pelaku berdalih sedang di alam gaib. “ Katanya, bunda Ratu marah lantaran kemenyan bilkis dijual,” terang Kapolres. Janggalnya lagi, pelaku meminta kembali uang untuk melunasi pembayaran 3 ons kemenyan bilkis. Setelah itu, pelaku menghilang, tak bisa dihubungi.

Merasa dibohongi, korban melapor ke Polres. Polisi langsung bergerak cepat. Dalam hitungan hari, pelaku berhasil dibekuk. “ Dalam aksinya, pelaku berdalih tinggal di Kaltim. Padahal, di Probolinggo,” imbuh Kapolres. Uang hasil penipuan itu dibagi pelaku bersama dua temannya, IS dan SA. Keduanya masih buron. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. “ Kami masih mengembangkan kasus ini, kemungkinan ada korban tambahan,” pungkas Kapolres. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan