Program UMKM Sabet Penghargaan Kovablik Otonomi Awards

Wabup Yusuf Widiatmoko menerima penghargaan Kovablik Otonomi Awards Provinsi Jatim. (foto/bb/ist)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Inovasi program Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang digulirkan Pemkab Banyuwangi membuahkan hasil. Melalui pengembangan UMKM “Balon Unyu”, Banyuwangi menyabet penghargaan di ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Otonomi Awards Provinsi Jatim.

Program Balon Unyu (Belanja Online Mudah Produk Banyuwangi) merupakan inovasi yang memudahkan UMKM Banyuwangi memasarkan produknya. Sehingga, bisa dikenal luas oleh pasar. Melalui penjualan online. Pemkab, kata Wabup, memberikan pendampingan, pemberdayaan dan edukasi bagi pelaku UMKM Banyuwangi. Bentuknya, marketing online, packaging, dan teknik fotografi. “Lewat program ini, Pemkab berupaya meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM lokal. Mereka diedukasi tentang berbagai hal,” kata Wabup Banyuwangi Yusuf Widiatmoko usai menerima penghargaan yang diserahkan Mendagri, Selasa (23/10).

Seluruh pelatihan ini, lanjut Wabup, diberikan secara gratis.  “Program ini fokus memberikan edukasi, bukan berorientasi transaksi. Hal ini belum dilakukan oleh pemda mana pun. Alhamdulillah, Banyuwangi sudah memulainya dan berhasil mendapat apresiasi positif  dari pemerintah provinsi Jatim,” jelasnya.

Selain UMKM, penghargaan serupa diraih dalam program pendidikan “Agage Pinter” (Agar Cepat Pintar) . Program ini meraih Otonomi Award Kategori Utama (Grand Category) Daerah dengan Terobosan Inovatif penyandang  disabilitas.

Yusuf menjelaskan program Agage Pinter adalah pemberian kesempatan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bisa mengikuti proses pembelajaran yang sama di sekolah reguler. Dikenal dengan sekolah inklusi. ” Program ini dimulai sejak 2014. Semua sekolah dilarang menolak pendaftaran dari ABK dan anak penyandang disabilitas, khususnya yang dekat dengan lokasi rumah anak tersebut,” kata Yusuf.

Kini, sudah ada 217 sekolah inklusi, tersebar di seluruh Banyuwangi dari berbagai tingkatan. Mulai TK hingga SMA. ABK yang bersekolah, akan didampingi satu guru pendamping khusus (GPK) selama proses pembelajaran.  “Tahun ini kami kucurkan dana Rp 1,36 miliar untuk program ini,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan