Saham Pemkab di Tambang Emas Naik Rp 600 Miliar

Aktivitas pertambangan emas di Gunung Tumpangpitu, Banyuwangi. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Teka-teki berkurangnya saham Pemkab Banyuwangi di pertambangan emas Tumpangpitu, Pesanggaran, terjawab. Versi investor tambang emas, PT Bumi Suksesindo (BSI), saham Pemkab di Merdeka Copper Gold (MCG), induk PT BSI, jumlahnya berkurang. Namun, nilainya terus bertambah. Seiring, diliriknya saham pertambangan emas tersebut di pasar saham.

Direktur PT BSI, Boyke Abidin mengatakan saham terdelusi adalah hal wajar. Apalagi, bagi perusahaan pertambangan yang masih muda. Seperti, BSI. Sebab, masih membutuhkan biaya besar untuk pengembangan tambang. Termasuk, melanjutkan proses produksi agar lebih maksimal. “ Secara jumlah, saham milik Pemkab di MCG, memang berubah. Tapi, nilainya justru naik terus. Dari awal hanya Rp 40 miliar, kini sudah tembus hingga Rp 600 miliar lebih,” kata Boyke disela selebrasi 10 juta jam kerja tanpa insiden di tambang emas Tumpangpitu, Minggu (21/10).

Pria ini menambahkan setiap penanam saham selalu mengikuti proses pasar. Sehingga, ketika ada momen melepas saham, pasti akan melakukannya. Sebab, perusahaan membutuhkan modal besar bagi pengembangan perusahaan. Sebaliknya, jika tak melepas saham, berarti harus siap dengan pengurangan modal ketika dibutuhkan perusahaan. “ Ini kan terdelusi, nilainya justru naik terus,” terangnya.

Terkait deviden yang belum dicairkan, lanjut Boyke, tahun 2017, dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), disepakati belum dilakukan pembagian deviden. Sebab, perusahaan masih membutuhkan biaya besar untuk pengembangan produksi. “ Jadi, itu memang keputusan RUPS. Kami di manajemen hanya menjalankan putusan pemegang saham,” tegasnya.

Untuk tahun 2018, proses RUPS baru akan digelar Maret mendatang. Sehingga, keputusan pembagian deviden juga belum bisa dipastikan. Namun, kata Boyke, sebagai perusahaan tambang yang masih muda, PT BSI membutuhkan banyak dana. Dan, di perusahaan tambang besar biasanya harus menunggu minimal lima tahun untuk bisa menikmati deviden. “ Perusahaan tambang emas di Banyuwangi ini baru dua tahun beroperasi. Jadi, masih sangat belia. Perlu butuh dana untuk pengembangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, saham Pemkab di tambang emas Tumpangpitu mencapai 10 persen. Lalu, terdelusi menjadi 6,4 persen. Belakangan, dalam paripurna pengajuan rancangan APBD 2019, saham tersebut kembali terdelusi. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan