Kradenan Community Gelar Gebyar Sumpah Pemuda

Personel Kradenan Community.(foto/bb/tin)

Purwoharjo (BisnisBanyuwangi.co.id) – BERAGAM kegiatan dilakukan pemuda untuk peringati Hari Sumpah Pemuda pada 22 Oktober lalu.  Salah satunya  pemuda pemudi yang tergabung dalam Kradenan  Community.

Mereka menggelar Gebyar Sumpah Pemuda, Minggu 28 Oktober, di depan Warung Shimponi Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo.,Kegiatan diawali dengan jalan sehat dan upacara bendera. Diikuti seluruh pemuda pemudi Desa Kradenan serta warga setempat.

Acara ini dimeriahkan pameran foto  Banjoewangie Tempo Doeloe bertajuk “Biarlah Foto yang Bercerita”. Kampanye Sejarah Banyuwangi ini disajikan pemuda pemudi  Komunitas Banjoewangi Tempo Doeloe dan Banyuwangi Kingdom Explorer PTD dan PKX yang memiliki program Kampanye Sejarah.

Berbagai foto sejarah Banyuwangi dipamerkan. Tak kurang ada 120 foto menarik perhatian pengunjung. Dalam acara ini, juga digelar aksi peduli sosial. Melakukan penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Dikatakan Widy anggota Banjoewangie Tempo Doeloe, ajang pameran ini untuk mengajak masyarakat Banyuwangi mengetahui sejarah Banyuwangi.

Sementara itu, Edi Purnomo, penggagas Kradenan Community mengatakan Kradenan Community merupakan wadah bagi pemuda Kradenan untuk berkreativitas.“  Kegiatan Gebyar Sumpah Pemuda 2018 ini bentuk semangat kami, pemuda pemudi Kradenan” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi.

Hal terpenting lainnya kata Edi wadah resmi bagi pemuda pemudi Kradenan ini bisa aktif menjemput program pemerintah untuk kepemudaan. Saat ini berbagai potensi  dimiliki pemuda pemudi Kradenan. Seperti bidang  perbengkelan, seni ukir, seni lukis, seni musik dan aneka kerajinan tangan. “Karena itu saya tergugah bagaimana kalo pemuda pemudi ini kami persatukan,” ucapnya.

Saat ini, beranggotakan 500 pemuda. Diwakili, dua dusun, Krajan dan Curah Palung. “Tak menutup kemungkinan ke depan pemuda pemudinya di lima dusun bisa bergabung,” ucap pria yang aktif di berbagai organisasi ini.

Acara ini dimeriahkan hiburan artis Banyuwangi, diiringi alunan musik ARD Nada live musik. “Ini juga sebagai bentuk promosi ARD Nada Musik,” ucap Sadewa, salah satu pendiri ARD Nada. ARD  management  mencakup beberapa bidang, dari sekolah musik, audio recording, auditing video, sound system, orkes, photografer prawedding dan lainnya. Terbentuk September 2018 dan milik Kradenan Community. Digagas tiga orang.

Nama ARD, diambil dari kependekan Anak Remaja Dewasa atau Anak Remaja Desa. Bisa juga dari nama pemiliknya, Ardian  Wahyudi, Manager artis dan Ardian Cahya, Komisaris ARD.

Ardian Wahyudi menambahkan, melalui even ini pihaknya ingin mengenalkan manajemen ARD sekaligus menampung  siapapun yang ingin berkreasi di bidang musik dari olah vokal sampai alat musik. “Dari editing video  maupun recording kami sudah  ready,” pungkasnya. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan