Anggaran Kunker Pejabat Dipotong 50 Persen

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Kebiasaan kunjungan kerja (kunker) atau perjalanan dinas yang dilakukan pejabat di Pemkab Banyuwangi tampaknya akan sedikit berkurang. Penyebabnya, dalam rancangan APBD 2019, anggaran kunker dipotong hingga 50 persen. Sebaliknya, anggaran difokuskan bagi infrastruktur pedesaan dan kecamatan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan dalam RAPBD 2019, perjalanan dinas pejabat Pemkab dipotong hingga 50 persen. Tujuannya, agar anggaran lebih banyak disalurkan ke infrastruktur dan pengembangan SDM masyarakat. “ Yang beda dalam RAPBD 2019, anggaran perjalanan dinas kita potong hingga 50 persen. Kita alihkan ke infrastruktur yang lebih penting,” kata Bupati Anas, Kamis (22/11).

Menurut Anas, pemotongan anggaran kunker ini berlaku bagi semua jajaran satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di Pemkab. Anggaran lanjut dia akan lebih diutamakan ke pengembangan SDM. “ Jadi, kita akan perbanyak pelatihan SDM. Misalnya, guru-guru SMK agar memiliki kemampuan entrepreneur untuk mengajarkan ke siswa,” lanjut Bupati dua periode tersebut.

Anas menampik pemotongan anggaran kunker ini bukan berarti selama ini para pejabat kerap “jalan-jalan”. Mereka, kata Anas, hanya boleh keluar daerah dengan kegiatan prioritas. “ Kalau tidak urgent, Kepala Dinas jangan pergi,” tegasnya.

Tak hanya anggaran kunker, Anas memastikan banyak pos anggaran yang dipotong di RAPBD 2019.  Dia mencontohkan anggaran KONI dan bantuan hibah keagamaan. Anggaran keduanya dipotong cukup banyak.

Ditambahkan Anas, dalam RAPBD 2019, anggarannya difokuskan bagi penguatan ekonomi kreatif. Hal ini menyambut revulusi 4.0 dalam dunia industri. Sebab, mengantisipasi tingginya pengangguran. “ Nanti, guru-guru SMK harus diperbanyak kualifikasi enterpreneurship. Tujuanya, lulusan SMK bisa memiliki jiwa wirausaha, bukan hanya mengandalkan sektor formal,” lanjut Anas.  Dalam RAPBD 2019, total anggaran dipatok Rp 3,370 trilun. Dari jumlah ini, pendapatan asli daerah (PAD) dipatok senilai Rp 571 miliar. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan