Dikendalikan dari LP, Polres Banyuwangi Amankan 1 Ons Sabu

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik HZ menunjukkan barang bukti 1 ons sabu, Kamis (29/11). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Menjelang akhir tahun, jajaran Satuan Narkoba Polres Banyuwangi mendapat tangkapan istimewa. Sabu seberat 1 ons berhasil diamankan. Yang mengejutkan, barang haram itu dikendalikan dari salah satu Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Madura.

Selain sabu, polisi menyita 75 butir pil esktasi warna hijau. Diduga, barang-barang tersebut akan diedarkan menjelang pergantian tahun. Dari kasus ini, polisi mengamankan tiga pelaku sebagai pemasok, pengedar dan kurir. Ketiganya, Heriyanto alias Aliong, warga kota Banyuwangi, Ardian Noviyanto alias Opi, warga Purwoharjo, Banyuwangi dan Aprinka Brian Bolista warga Sidoarjo. “ Ketiga pelaku adalah jaringan lintas kabupaten. Barangnya dikendalikan dari salah satu LP di Madura,” kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi, Kamis (29/11).

Kapolres menambahkan terungkapnya kasus ini berawal dari penyelidikan petugas. Pihaknya mencium pengiriman sabu dalam jumlah cukup besar. Penyelidikan dimatangkan. Hasilnya, polisi mendapati Ardian Novianto sedang menunggu di sebuah warung. Penyergapan digelar. Dari tangan pelaku ditemukan barang bukti sabu cukup banyak. Total, 23 paket sabu. Dikemas dalam plastik kecil dan ukuran besar seberat 50 gram. “ Totalnya nyaris 1 ons, nilainya sekitar Rp 150 juta,” kata Kapolres didampingi Kasat Narkoba AKP Ali Imron. Selain sabu, diamankan juga puluhan butir ekstasi, timbangan elektrik, skrop kecil, sebuah ponsel dan puluhan plastik kecil. Bersama barang bukti, pelaku digelandang ke Mapolres.

Kepada penyidik, Ardian mengaku mendapat pasokan barang dari seorang kurir, Aprinka Brian Bolista. Pemuda yang tak lulus SMP ini akhirnya dicokok polisi di pinggir jalan kota Banyuwangi. Dari tangannya, diamankan uang tunai Rp 1 juta, buku tabungan, kartu ATM dan sebuah ponsel. “ Pemuda ini perannya hanya kurir. Dia bawa barang dari Surabaya ke Banyuwangi. Dikirim dengan sistem ranjau,” beber Kapolres.

Sekali pengiriman, pelaku mendapatkan upah Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. Dari pengakuan Aprinka inilah, polisi mengetahui asal-usul sabu tersebut. Ternyata, dipasok dari salah satu LP di Madura. Kini, polisi masih terus mengembangkan kasus ini. Terutama, bekerjasama dengan pihak LP yang disebutkan pelaku.

Sementara, satu pelaku lagi, Heriyanto alias Aliong disergap lebih awal. “ Jadi, awalnya polisi menyergap pria ini. Lalu, dikembangkan dan munculah nama dua pelaku lain,” jelas Kapolres. Dari tangan Aliong diamankan tiga paket sabu seberat 9,65 gram dan 10 butir ekstasi. Dia diduga berperan sebagai pengecer. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan