Kasus Pencurian Premium, Polres Bidik Pemilik SPBU

Barang bukti premium yang diamankan Polres Banyuwangi. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Kasus pencurian BBM jenis premium di SPBU Dusun Kedungringin, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, terus didalami penyidik Polres Banyuwangi. Terbaru, penyidik mulai membidik pemilik SPBU bernomor 54.68433 tersebut. Diduga, pemilik SPBU, berinisial Kr, mengetahui aksi pencurian tersebut dari rekaman CCTV.

Rekaman CCTV pengambilan premium tersebut juga sudah disita penyidik. Ternyata, aksi pengambilan premium tersebut sudah berlangsung empat bulan terakhir. Modusnya, mengambil premium ketika SPBU tutup. “ Kita sudah layangkan surat pemanggilan pemilik SPBU untuk memastikan apakah mengetahui aksi pengambilan premium itu atau tidak,” kata Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Banyuwangi, Ipda IGP Wiranata, Senin (3/12).

Perwira ini menjelaskan, pihaknya masih terus mendalami  kemungkinan keterlibatan pihak di luar SPBU terkait kasus ini.  Pihaknya juga meminta keterangan saksi ahli dari Pertamina untuk menguatkan indikasi penyelewengan BBM bersubsidi. “ Kita sudah koordinasi dengan Pertamina. Intinya, penyidikan jalan terus,” pungkasnya.

Menurut Wiranata, dari enam pelaku yang seluruhnya karyawan SPBU, sudah mengakui perbuatannya. Namun, keenamnya tidak dilakukan penahanan. Sebab, ancamannya di bawah lima tahun. “ Keenam pelaku hanya wajib lapor,” tegasnya. Sedangkan barang bukti 1.302 liter premium dititipkan di salah satu SPBU di kota Banyuwangi. Para pelaku dijerat dengan pasal 53 Undang-undang No. 22/2001 tentang Migas.

Diberitakan sebelumnya, Polres Banyuwangi membongkar praktik pencurian premium, Jumat (24/11) malam. Enam pelaku disergap. Masing-masing, Endik (42), Supriyanto (63), Tri Lestari (33), Nizar (43), Edi Susanto (35) dan Sugiyono (40), seluruhnya karyawan SPBU.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari  dipergokinya Pendik, warga Muncar yang mengangkut tiga juriken premium, sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat malam. Merasa curiga, polisi membuntuti pria ini. Ternyata, dia berhenti di sebuah jalanan sepi, tak jauh dari SPBU. Di situ, Ismail, warga setempat sudah menunggu. Dia juga membawa tiga juriken premium. Masing-masing berisi 30 liter. Polisi langsung menyergapnya. Polisi juga mendapati barang bukti puluhan juriken hasil curian yang disimpan di sekitar SPBU. Diduga, premium curian tersebut akan disalurkan ke penadah. Sehingga, merugikan negara.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku tetap membeli premium tersebut. Namun, mengambilnya saat SPBU sudah tutup. Premium dibeli dengan harga Rp 7000 dari SPBU, lalu disalurkan ke penadah Rp 7800 per liter. Jadi, satu juriken mendatang untung rata-rata Rp 20.000 hingga Rp 30.000.

Terpisah, Unit Manager Communication and CSR MOR V, Jatim Bali Nusra, Rustam Aji mengatakan terkait kasus tersebut pihaknya menyerahkan proses penyidikan ke kepolisian. “ Pertamina Banyuwangi juga sudah koordinasi dengan Polres setempat,” tegasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan