Generasi Milenial jangan Alergi Politik

Staf khusus Kantor Staf Presiden, Dimas Niky Nugroho, Ph.D, memberikan seminar nasional di FISIP Untag Banyuwangi, Rabu (5/12). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Zaman berubah. Gaya hidup anak muda juga berubah, sesuai zamannya. Era kini dikenal dengan zaman milenial. Generasinya lahir di atas tahun 1995. Salah satunya cirinya, generasi ini dekat dengan dunia internet, media tanpa batas. Kekurangannya, generasi milenial cenderung instan dan alergi dengan politik. Padahal, dengan internet, seharusnya generasi milenial tidak tertutup dengan pergaulan, termasuk berpolitik. Hal ini terungkap dalam Seminar Nasional “ Anak Mudan dan Masa Depan Politik Indonesia” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus’45 (Untag) Banyuwangi, Rabu (5/12).

Seminar bergengsi ini menghadirkan pembicara tunggal,  Staf khusus Kantor Staf  Presiden, Dimas Niky Nugroho, Ph.D. Menurutnya generasi milenial memiliki karakteristik beda dibanding era dahulu. Sebab, ketika lahir, generasi ini sudah akrab dengan internet. Termasuk, banyaknya media sosial. Sehingga, membuatnya cenderung instan. Namun, tetap suka berbagi dan kerja cepat. “ Tapi, mereka juga ceapat bosan dengan sesuatu, meski cukup kreatif mencoba hal baru,” jelasnya.

Modal inilah, kata dia, generasi milenial memiliki peluang besar untuk maju. Termasuk, ikut bekerja membangun bangsa lewat jalur politik. “ Jadi, dengan internet dan media sosial ini, generasi milenail harus terbuka dengan pergaulan, jangan alergi dengan politik,” tegasnya. Lalu, generasi milenial akan mudah membuat ekonomi kreatif. Khusus politik, generasi milenial menempati posisi 52 persen dari total pemilih saat pemilu nanti.

Dimas melanjutkan, karena ciri khas generasi milenial sangat terbuka, idealnya bisa ikut dalam kancah demokrasi. Sebab, dari pemuda, akan muncul pemimpin-pemimpin yang berkualitas di masa depan. Syaratnya, memiliki pengetahuan, skill dan tata etika. “ Satu lagi, generasi milenal harus bisa memanfaatkan internet untuk industri kreatif dan jangan  larut dalam isu yang berpotensi memecah persatuan bangsa,” pungkasnya.

Rektor Untag Banyuwangi Andang Subahariyanto mengatakan anak muda menjadi masa depan bangsa. Apalagi, panggung politik sekarang sangat terbuka bagi kalangan muda. “ Sekarang, pemuda bisa terang-terangan berani mengambil alih kekuasaan. Ini era milenial, beda saat zaman Orba,” jelasnya. Meski begitu, pihaknya berpesan generasi muda tak lupa dengan masa lalu yang tidak baik. Dan, selalu optimis.

Sementara itu, Dekan FISIP Untag Banyuwangi, Agnes Pasaribu mengatakan seminar ini sebagai kepedulian FISIP dalam menanamkan kesadaran politik bagi anak muda. “ Harapanya, mereka menjadi agen perubahan bangsa ke arah lebih baik,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484