Bersaksi Kasus Perampokan, Bu Lurah Pingsan di Ruang Sidang

ibu lurah pingsan di sidang. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Persidangan kasus perampokan Bu Lurah Penataban, Banyuwangi di Pengadilan Negeri (PN) setempat mendadak geger, Kamis (6/12). Bu Lurah, Wilujeng Esti Utami yang dihadirkan sebagai saksi korban mendadak jatuh pingsan di ruang sidang. Akibatnya, sidang sempat tertunda. Padahal, pejabat ini baru beberapa menit dicerca pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Insiden ini bermula ketika Wilujeng, panggilan akrabnya, mulai dihadirkan di ruang. Sejak awal, dia terlihat gugup. Lalu, JPU, Mulyo Santoso, mulai melayangkan pertanyaan terkait kasus yang menimpanya. JPU meminta penjelasan kronologis kejadian.  Wilujeng mulai menjawab terpatah-patah. JPU tetap melanjutkan pertanyaan. Hingga, ke topik saat Wilujeng makan bakso bersama terdakwa, Agus Siswanto (46) alias Agus “Welek”.  Entah kenapa, Wilujeng mulai histeris. Lalu, jatuh pingsan. Petugas langsung memberikan pertolongan. Wilujeng dievakuasi ke ruangan medis. Lalu, dilarikan ke RSUD Blambangan.  Tumbangnya ibu Lurah ini sempat membuat suasana PN Banyuwangi panik. Meski diwarnai insiden, sidang yang ketiga kalinya itu tetap dilanjutkan. JPU melanjutkan pemeriksaan ke satu saksi lainnya, asisten terdakwa. Sidang dengan Hakim Ketua Luluk ini dilanjutkan, Kamis depan.

Gagalnya ibu Lurah bersaksi di persidangan membuat kuasa hukum terdakwa, Firdaus  Yulianto, buka suara. Pengacara asal Banyuwangi meminta ibu Lurah dihadirkan lagi dalam persidangan. Sebab, pihaknya belum sempat melayangkan pertanyaan ke saksi korban ini. “ Kami tentunya perlu melihat keterangan dari beberapa pertanyaan yang sudah kami siapkan. Kami berharap bisa dihadirkan lagi,” jelasnya.

Kasus perampokan disertai percobaan pembunuhan yang Lurah wanita ini terjadi akhir Juli 2018.  Kala itu, korban ditemukan warga dalam kondisi tangan terikat di Sungai Sere, Desa Kebondalem, Bangorejo, Banyuwangi, lewat tengah malam. Sebelum ditemukan, korban diketahui dijemput terdakwa, siang harinya. Dua jam setelah beraksi, pelaku berhasil dibekuk di rumahnya di Desa Sumbereras, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Pelakunya, Agus Siswanto ternyata teman korban. Saat tertangkap, tersangka membuat pengakuan mengejutkan. Ternyata, korban meminta bantuan pelaku bertemu salah satu tokoh. Motifnya, meminta bantuan promosi jabatan menjadi camat. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484