I’am Geprek’s Eny Fronta, Ayam Geprek Original dengan Aneka Sambal

Ayam geprek I’am Geprek’s yang gurih. (foto/bb/tin)

Genteng (BisnisBanyuwangi.co.id) – BANYUWANGI kaya akan wisata kuliner. Termasuk di kawasan selatan. Kota Genteng salah satunya. Di Kota Atap ini beragam kuliner tersedia. Salah satunya,  yang menyediakan menu kekinian, restoran  I‘am Geprek’s Eny Fronta di Jalan KH. Wahid Hasyim, Genteng. Tepatnya, disamping perumahan BMI.

Meski baru setahun buka, pengunjungnya lumayan ramai.  Beragam menu ditawarkan. Salah satu menu favorit pelanggan adalah ayam geprek. Yang beda, ayam geprek buatan Eny ini dari segi rasa dan penyajian.

Dari pengakuan pelanggan, ayam geprek di sini memiliki tekstur lebih  krispi di bagian luar, tapi lembut di bagian dalam. Rasa bumbunya lebih meresap sampai ke dalam tulang.

Selain menyediakan ayam geprek original khas dengan sambal bawang, juga tersedia aneka variasi sambal. Jenis sambal bisa dipilih sesuai selera. Seperti sambal kencur, sambal dabu-dabu, sambal lombok ijo dan sambel bagong. Harganya  relatif terjangkau, Rp 15. 000 per porsi. Apalagi didukung tempat yang nyaman dan free Wi-Fi.

Selain menu ayam geprek, restoran ini juga menyajikan menu lain. Seperti tempe tahu geprek, telor geprek, lele geprek, nasi goreng spesial, mie goreng spesial, bebek bakar, bebek goreng dan banyak lagi.

Usaha kuliner sudah ditekuni wanita bernama lengkap Eny Supratiwi ini bersama sang suami Asep Fronta Conenjaya sejak 2014. “Awalnya hanya coba-coba. Tapi, ternyata bikin ketagihan,” ungkapnya kepada Bisnis Banyuwangi, belum lama ini.

Awalnya Eny membuat susu kedelai dan menjualnya sendiri. Saat itu, dia masih tercatat sebagai karyawan di sebuah  rumah sakit swasta di kawasan Genteng.  Sembari bekerja, Eny berjualan susu kedelai. “Hasilnya lumayan. Dari situ saya tertantang mengembangkan usaha ,” ucap wanita yang 8 tahun bekerja di Bali ini.

Wanita asli Bangorejo ini tertarik mengembangkan usaha secara lebih serius. Lalu, menyewa stan kuliner di salah satu mal ternama di kawasan Genteng.  Awalnya menjual susu kedelai. Namun, berbagai pertimbangan, dia dan suami memilih membuka Kedai OR blend. Yakni ice blend dengan berbagai topping.  Hasilnya sangat menjanjikan. Omzetnya Rp 1,5 juta hingga Rp Rp 3 juta per hari. “Peminat lumayan ramai. Terutama kalangan muda. Tapi tergantung cuaca juga,” kisahnya.

Melihat hasilnya yang menjanjikan, Eny bersama suami memilih meninggalkan perusahaan tempat bekerja dan fokus menekuni usaha kuliner. “Alasannya bosan jadi karyawan, pilih jadi pengusaha,,” selorohnya.

Sukses dengan usaha Kedai OR  bland, keduanya merintis usaha I’ am Geprek’s. Berangkat dari hobi memasak. Modalnya Rp 40 juta.  Menurut Eny, hal terpenting  yang harus dimiliki pengusaha, harus berani keluar dari zona nyaman. Berani  menghadapi resiko. “Selain terus berinovasi, juga harus punya mimpi,” ucapnya. Selain mengembangkan usaha kedai OR blend dan ayam geprek, saat ini keduanya juga tengah merintis usaha roti John di sebuah mal di Banyuwangi. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484