BUMN Digandeng Kembangkan Pesantren

3
Para santri di salah satu pesantren di Tegalsari, Banyuwangi sedang melakukan kegiatan. (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Memiliki banyak pondok pesantren (ponpes), Banyuwangi tak bisa melakukan pengelolaan sendiri. Salah satu solusinya, kabupaten ujung timur Jawa ini menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut mengembangkan pesantren. Fokusnya, pengembangan sumberdaya manusia para santri.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan Kementerian BUMN memiliki komitmen kuat mendorong pengembangan pesantren. “ Kita akan perkuat kolaborasi dengan BUMN untuk mendukung peningkatan kapasitas SDM pesantren, khususnya para santri,” ujar Bupati Anas, Minggu (6/1).

Anas mengatakan, di Banyuwangi selama ini telah rutin digelar Festival Santri untuk memperingati Hari Santri Nasional. Rangkaian Festival Santri itu diikuti 10.000 santri Banyuwangi. Ke depan, hal itu akan dikembangkan lebih komprehensif dengan dukungan BUMN. Pemkab Banyuwangi ingin mendesain Festival Santri secara lebih terintegrasi, terutama mewujudkan pesantren sebagai kekuatan ekonomi rakyat dan kekuatan ekonomi kaum muda santri. “Ini bagian upaya membumikan sekaligus mendukung visi pemerintah pusat untuk menjadikan anak-anak muda Indonesia, termasuk santri, sebagai penggerak kekuatan ekonomi,” ujar Anas.

Penguatan ekonomi kaum muda santri tersebut diharapkan berbasis pada pendekatan teknologi sekaligus sebagai ikhtiar memeratakan penetrasi ekonomi digital. “Karena selama ini ada persepsi bahwa ekonomi digital hanya dimotori kalangan milenial perkotaan. Nah, ini anak-anak muda perdesaan, termasuk di dalamnya santri, harus ambil peran,” tegasnya.

Anas menambahkan, dengan dukungan BUMN, bisa digelar seri workshop tentang kewirausahaan berbasis teknologi sesuai potensi desa masing-masing pesantren. Misalnya, pengenalan teknologi pertanian untuk pesantren yang terletak di kawasan perdesaan. Selama pelatihan, jajaran petinggi BUMN atau jajarannya dijadirkan untuk memberikan inspirasi. Sehingga, para santri bisa terimotivasi. Lalu, lanjut Anas, ada kompetisi rintisan bisnis. Tujuannya, merangsang para santri memiliki jiwa wirausaha. “Pendidikan karakter khas pesantren yang sangat kuat, keilmuan Islam rahmatan lil alamin yang kokoh, dan ditambah dengan penguatan semangat kewirausahaan berbasis teknologi akan menjadi modal meningkatkan kualitas SDM santri,” pungkasnya. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484