Lomba Kicau Mania Kades Cup 2, Jadi Kalender Wisata Desa Gendoh

1
Pemenang lomba kicau mania Kades Cup 2 Desa Gendoh. (foto/bb/tin)

Sempu (BisnisBanyuwangi.co.id) – AJANG bergengsi, Lomba Kicau Mania kembali digelar Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Minggu, 15 Desember 2018. Ajang lomba skala nasional yang memperebutkan piala Kades Cup 2 ini berlangsung di RTH Desa Gendoh, Kecamatan Sempu.  Diikuti para kicau mania komunitas pecinta burung dari berbagai daerah. Ada berbagai jenis  dan kelas yang dilombakan. Seperti Abis merah, love bird, Cucak ijo, Murai batu, Anis kembang, Kenari, Kacer dan Cendet. Dimana Murai batu dan Cucak ijo menjadi kelas paling bergengsi dalam lomba ini.

Dikatakan Kades Gendoh Faizin, even lomba kicau mania Kades Cup ini menjadi agenda rutin setiap Desember.  “Even lomba ini sudah kedua kalinya di gelar Desa Gendoh,”  ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi.

Dirinya berharap Kades Cup ini bisa menjadi kalender Desa Wisata Gendoh. Sebab, di desa penghasil bengkoang ini juga berkembang komunitas pecinta burung. Termasuk para pelaku usaha peternak burung dan kios ternak. “ Saya berharap even ini bisa menjadi wadah bagi mereka, sekaligus ajang silaturahmi dan mendongkrak nilai ekonomis warga,” ucapnya bangga.

Selain menggandeng tim Rajawali Indonesia sebagai tim EO, keistimewaan lomba kicau mania tahun ini, seluruh hasil parkir peserta digunakan untuk santunan anak yatim.

Desa Gendoh dikenal sebagai gudangnya penghobi burung. Termasuk pelaku usaha ternak burung. Danang Avinda, salah satunya. Selain hobi mengoleksi burung jenis kicau, dia juga menjadikan hobinya itu sebagai ladang bisnis. “Saya mulai hobi merawat burung sejak tahun 2012,” ungkapnya.

Dia juga aktif mengikuti berbagai lomba kicau burung di berbagai kota. Dan, sudah mengumpulkan puluhan piala.  Selain murai batu, di rumahnya, banyak jenis burung menjadi koleksinya. Ada Anis kembang, Cucak ijo dan Prenjak.

Menurut Danang, bisnis jual beli burung  tergolong menjanjikan. Permintaan burung baik anakan maupun  jenis burung aduan sangat tinggi. Bahkan, tak hanya dari dalam kota, permintaan dari berbagai daerah cukup tinggi. Harganya bervariasi. Anakan burung murai  batu jantan, biasa dijual Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per ekor.

Sementara,  jenis burung yang sudah “jadi”, sering ikut lomba dan menang, bisa dihargai tinggi. “Pernah, satu ekor murai batu saya yang sudah “ jadi” dan banyak menang di beberapa lomba, ditukar sama pembeli dengan satu unit motor Scoopy terbaru,” kisahnya.

Meski permintaan tinggi. Namun, dalam sebulan dirinya hanya bisa menjual maksimal 3 ekor anakan burung murai batu.  Karena, beternak murai batu gampang- gampang susah. Kendalanya, cuaca ekstrim, berpengaruh pada daya tahan tubuh burung. (tin)

Dikemas Lebih Profesional

EVEN  lomba kicau mania Kades Cup 2 di Desa Gendoh dikemas  berbeda. Digelar lebih profesional, menggandeng EO Rajawali Indonesia.

Ketua Rajawali Indonesia DPD Jatim 4, Agus Suhairi mengatakan lomba kicau mania Kades Cup 2 ini  merupakan event latihan prestasi (latpres) dengan peserta skala nasional. Pesertanya dari berbagai kota. Seperti Bali, Probolinggo dan Malang. Ada berbagai jenis burung yang dilombakan, lebih dari 20 season kelas. Jenis Murai batu dan Cucak ijo masuk kelas terbanyak.

Dalam perlombaan kali ini, pertama kali digelar di Banyuwangi, jenis Wanbe, jenis burung impor. “Dulu sempat booming namun vakum, ini kami perkenalkan lagi,” ucapnya.

Perlombaan berjalan lancar. Apalagi dengan sistem penilaian stik, sehingga lebih transparan. Peserta dari Bali menyabet Juara BOB dan SF. Meski baru pertama. mengikuti lomba kicau mania di Pulau Jawa, namun peserta dari Karangasem, Bali ini cukup beruntung.

Setelah tiga kali mendapat juara I, kemudian sukses sabet Juara BOB dan Single Fighter (SF). Dialah,  Doni DK Jaya. Jenis  yang dia ikuti jenis Murai batu. Diakuinya burung miliknya sudah langganan juara.  “Untuk Murai batu ini pernah ditawar Rp 125 juta,” ucapnya.

Doni mengaku sudah berkecimpung di hobi burung sejak lima tahun. Selain hobi juga menerjuni usaha ternak murai batu. Berangkat dari modal sepasang  Murai batu seharga Rp 15 juta, kini omzet dari usaha ternak murai batu ini mencapai Rp 30 juta per bulan. (tin)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484