Musim Hujan, Produksi Gula Merah Anjlok

2
Pengrajin gula merah di Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Banyuwangi sedang mencetak gula, Jumat (11/1). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Musim hujan membuat pengrajin gula merah di Banyuwangi tak bisa sumringah. Pemicunya, akibat diguyur hujan, hasil panen nira merosot. Imbasnya, produksi gula merah ikut turun. Anjloknya produksi gula merah langsung diikuti naiknya harga komoditi ini.

Dalam kondisi normal, pengrajin bisa memproduksi gula merah hingga 30 kilogram per hari. Akibat hujan, produksi turun tipis, maksimal 28 kilogram per hari. “Biasanya, kita bisa dapat 5 juriken nira per hari. Kini, turun hingga 4 juriken. Kebanyakan berisi air, sehingga produksi gulanya sedikit,” kata Ginah (54), pengrajin gula merah di Dusun Awu-awu, Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Jumat (11/1).

Musim hujan, lanjut Ginah, membuat kandungan nira menyusut. Saat dimasak, hasil gulanya cukup banyak menyusut. Padahal, nira menjadi bahan utama gula merah. Untungnya, kata Ginah, harga gula merah sedikit naik. Dari Rp 11.000 menjadi Rp 12.500 per kilogram. Namun, belum membuat pengrajin sumringah. Sebab, naiknya harga di saat produksi gula merah tak bisa maksimal.

Menurut Ginah, musim hujan terus mengguyur sejak sebulan terakhir. Sehingga, pengrajin juga kesulitan memanen nira. “ Kalau hujan, kita kesulitan memanen nira. Kalaupun bisa, niranya tak banyak mengandung gula,” jelasnya.

Rata-rata, setiap pengrajin bisa memanen hingga 50 pohon. Di desa ini sejak lama dikenal sebagai pusatnya pengrajin gula merah. Total, lebih dari 100 pengrajin. Mereka menggarap lahan secara kerjasama.

Ginah menambahkan, gula merah produksi pengrajin banyak dikirim ke luar daerah. Mulai Jakarta, Surabaya dan Bali. Pengrajin hanya tinggal memproduksi, sudah ada pengepul yang menampung produksi gula. “ Dahulu, kami kerjasama dengan pabrik makanan. Kini, tidak lagi,” ujarnya.

Wanita yang menjadi pengrajin sejak tahun 1980 ini berharap, musim hujan segera mereda. Sehingga, produksi gula merah segera normal. Apalagi, gula merah menjadi penopang ekonomi warga setempat. Pengrajin biasanya memproduksi gula mulai pukul 09.00 WIB. Usai nira dipanen, direbus hingga 7 jam lebih. Lalu, dicetak. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484