Orde Baru, jangan Dilupakan, Jadikan Pengalaman

Seminar “Melawan Lupa” Membaca Jekak KKN Orde Baru di Untag Banyuwangi, Jumat (11/1). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Menjelang pemilu, pandangan tentang orde baru (orba) makin kencang berembus. Bahkan, muncul pemikiran, orba memiliki banyak manfaat bagi masyarakat. Padahal, faktanya, orba juga menyimpan sejarah pahit yang tak boleh dilupakan. Salah satunya, persoalan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) yang tumbuh subur. Belum lagi, pembredelan kebebasan berpendapat. Termasuk, pengkerdilan kalangan pers. Hal ini terungkap dalam seminar nasional “Melawan Lupa” Membaca Jekak KKN Orde Baru” yang digelar Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi, Jumat (11/1).

Rektor Untag Banyuwangi, Andang Subaharinto mengatakan  pandangan tentang orde baru tidak boleh dilihat sepotong. Namun, harus secara utuh. Sehingga, pandangan tentang orde baru bisa dipahami secara riil. “ Kami ingin menyegarkan pandangan tentang orde baru yang mulai dilupakan masyarakat. Jangan sampai, dilihat sepotong. Persoalan tentang suburnya KKN dalam orde baru juga harus dijadikan pengalaman,” kata Andang.

Menurutnya, sejak tahun 1990-an, banyak literatur yang ditulis terkait praktik KKN selama masa orde baru. Karena itu, pihaknya ingin memberikan pemahaman ke mahasiswa dan masyarakat terkait masa pemerintahan orde baru. Apalagi, dalam pemilu tahun ini, salah satu parpol di bawah kendali putra mantan penguasa orde baru ikut bertarung. “ Dalam reformasi, ini sah-sah saja. Tapi, perspektif tentang orde baru ini harus dipahami secara utuh,” jelasnya.

Andang mencontohkan keberhasilan swasembada pangan yang dijadikan unggulan masa orde baru. “ Soal swasembada pangan, kita sepakat. Tapi, proses itu juga harus dilihat utuh,” tegasnya.

Proses swasembada pangan selama orde baru, kata dia, ada konteks yang terputus dan wajib dibaca. Menurutnya, saat proses swasembada pangan, pemerintah orde baru melakukan revolusi hijau. Petani kala itu dipaksa mengikuti revolusi hijau. Bahkan, dampaknya hingga kini masih terasa. “ Hal seperti ini yang seringkali lepas konteks. Dan, harus dipahami ke masyarakat dan dibaca dengan kritis,” imbuhnya.

Pihaknya berharap seminar “Melawan Lupa” ini bisa memberikan pandangan ke mahasiswa dan masyarakat tentang orde baru. Apalagi, selama ini, mereka hanya melihat dari layar televisi. Seminar ini menghadirkan para ahli sejarah. Diantaranya, Oce Madril (Direktur Pusat Kajian Anti-Kirupsi UGM), Ikhwan Setiawan (Dosen Ilmu Budaya-Unej) dan M.Il Badri (Dosen Sejarah Agraria Untag Banyuwangi). (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484