Rawan Rusuh, Pembesuk LP Diperketat, Napi Dilatih Kreatif

Pembesuk antre di pintu masuk LP kelas II B Banyuwangi, Sabtu (12/1). (foto/bb/udi)

Banyuwangi (BisnisBanyuwangi.co.id) – Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Surakarta, Jawa Tengah, membuat jajaran LP Banyuwangi ikut siaga. Apalagi, penghuni di LP ini sangat overload. Mengantisipasi kerusuhan, pengamanan pembesuk diperketat. Lalu, para nara pidana (napi) diberikan beragam kesibukan kreatif. Salah satunya, membatik dan membuat aneka kerajinan berbahan kayu.

Jumlah penghuni LP Banyuwangi mencapai 10.040 orang. Padahal, kapasitasnya hanya sekitar 250 orang. Dari sekian penghuni, hampir 50 persen adalah kasus narkotika dan obat-obatan terlarang. “ Penghuni yang overkapasitas inilah yang rawan konflik. Baik sesame penghuni, maupun dengan pembesuk. Ini yang menjadi antisipasi serius kami, menciptakan suasana nyaman bagi para napi,” kata Kepala LP kelas II B Banyuwangi Ketut Akbar Herry Achjar, Minggu (13/1).

Dijelaskan, kondisi penghuni LP yang melebihi kapasitas cukup rawan memicu gesekan. Karena itu, pihaknya berupaya memberikan suasana nyaman bagi para napi. “ Jadi, para napi kita buat sibuk dengan kegiatan kreatif. Kita ajak beternak lele, membuat aneka kerajinan kayu hingga membatik,” jelasnya. Ada juga kegiatan berlatih music dengan membentuk band. Harapannya, dengan dibuat sibuk, para napi tak memiliki kesempatan berpikir negatif. “ Mereka kita akan kreatif dan menghasilkan,” tegasnya.

Selama menghasilkan produk, para napi ini mendapatkan upah. Sehingga, bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kerajinan di LP, lanjut Akbar, juga banyak menyerap tenaga. Total, sekitar 30 orang. Mereka yang dipekerjakan ini rata-rata menjalani masa hukuman di atas 1 tahun. Bahkan, ada yang 10 tahun. Agar tak jenuh, mereka diberikan kegiatan kreatif. “ Kami juga selalu menjalin komunikasi dengan baik bersama napi. Jadi, tak ada jarak yang bisa memicu konflik,” jelasnya.

Khusus pembesuk, lanjutnya, dilakukan beragam pengamanan ketat. Pihaknya mendapatkan alat deteksi X-ray untuk mengawasi kegiatan pembesuk, termasuk barang bawaan. Tujuannya, mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang ke LP. Jam besuk juga diatur sesuai jenis pidana. Pidana umum jadwal besuk hanya tiga kali seminggu, begitu juga pidana khusus. (udi)

Pelanggan Tabloid Bisnis Banyuwangi – Harga Langganan Rp. 5.000,-/bulan

HUB. : 085236362484